Menimbang Duet Kepemimpinan Militer-Sipil untuk Surabaya 2020-2025

Nasional

NOTULA – Setelah memimpin dua periode, masa tugas Risma sebagai Walikota Surabaya baru akan berakhir tahun depan. Kontestasi politik Pilwali masih jauh, September 2020. Tapi gerahnya suhu politik mulai terasa. Tiap-tiap kandidat bersama tim masing-masing mulai sibuk membangun citra demi menggaet simpati warga.

Tapi tidak demikian dengan Untung Suropati, purnarirawan TNI AL yang semasa dinas malang melintang di berbagai satuan tempur dan staf lembaga pendidikan ini.

Satu-satunya kandidat berlatar belakang militer dengan kemampuan trimedia, yakni Marinir-Penerbang-Pelaut, ini tampak tenang layaknya air yang dalam. Ketenangan pengagum Soekarno ini juga terlihat dari keputusannya yang hanya memilih PDI-P sebagai jalan menggapai cita-citanya.

“Surabaya harus menjadi episentrum kebangkitan Nusantara,” demikian sepenggal kalimat yang diucapkan Untung, saat diwawancara salah satu stasiun TV lokal Surabaya.

Menurut dia, Kota Maritim harus menjadi visi sekaligus brand Surabaya. Sejarah mencatat, sejak zaman Singosari hingga Majapahit dan kini NKRI, proses penyatuan Nusantara memang bermula dari Surabaya. Di sinilah pusat armada AL terbesar selama berabad-abad.

Memang beberapa pihak skeptis, tapi tak sedikit yang mengapresiasi dan mendukung gagasan Untung yang visioner.

Bagi mereka yang mendukung, di dalamnya termasuk kaum milenial, meyakini bahwa pengalaman panjang Untung lebih dari 35 tahun di militer, lima tahun terakhir di Lemhannas RI, menjadi nilai tersendiri bagi kemajuan Surabaya. Pastinya semua pekerjaan besar memerlukan pemimpin yang memiliki pemikiran besar.

Kehadiran Untung yang berlatar belakang militer profesional tentu akan makin lengkap dan bersinar bila berpasangan dengan Puti Guntur Soekarno, biasa dipanggil Puti, yang berlatar belakang sipil murni.

Pengalaman Puti lebih dari 10 tahun sebagai legislator, kepekaan jiwanya terhadap wong cilik, dan kecintaannya pada seni-budaya, membuat tandem Untung-Puti dipastikan akan menjadi duet maut untuk membawa perubahan Surabaya ke depan.

Oleh: Dar Edy Yoga