Mengerikan, Ketahanan Pangan Indonesia Jauh Tertinggal dari Ethiopia

Nasional

NOTULA – Adalah fakta mengerikan, bahwa food sustainability index atau indeks ketahanan pangan Indonesia ternyata lebih rendah ketimbang negara Ethiopia, dalam lima tahun terakhir.

Harusnya itu menjadi perhatian serius pemerintah, dengan memperbaiki swasembada pangan sebagaimana digembar-gemborkan selama ini.

Pernyataan itu disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin, seperti dikutip dari RMOL.id, sesaat lalu di Jakarta, Kamis (18/2/21). “Ini mengerikan, dan harus jadi warning bagi pemerintah,” tegasnya.

“Jika melihat data-data dan angka-angka tersebut, negara kita jauh dari swasembada pangan yang selama ini didengung-dengungkan?” ia mengingatkan.

Apabila sektor ketahanan pangan tidak segera diperbaiki, sambung dia, dikhawatirkan, sebagai negara agraris, Indonesia justru menempati urutan akhir, dan itu sangat mengerikan.

“Tentu kita khawatir Indonesia akan menjadi juara buncit di dunia. Negara yang mengklaim diri sebagai negara agraris, nyatanya kita masih tertinggal dengan Ethiopia dan Zimbabwe dalam hal pangan?” pungkasnya.

Semenara itu, Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Arif Satria, menyatakan, sejumlah indikator pangan dunia menunjukkan, Indonesia tertinggal daripada negara lainnya dalam lima tahun terakhir.

Indonesia yang notabene adalah negara agraris justru menempati peringkat rendah disbanding Ethiopia dalam hal indeks keberlanjutan pangan.

“Dulu kita tahu Ethiopia itu negara yang identik dengan kelaparan. Saat ini ternyata punya ranking lebih bagus untuk food sustainability index dibanding kita. Zimbabwe dan Ethiopia jauh di atas Indonesia,” kata Arif Satria, dalam diskusi bertajuk ‘Daya Tahan Sektor Pertanian: Realita Atau Fatamorgana?’ Rabu (17/2/21) kemarin.

Food Sustainability Index menempatkan Indonesia sebagai negara ke-60. Peringkat Indonesia ini masih kalah jauh dengan Zimbabwe peringkat 31 dan Ethiopia peringkat 27.