Mendorong Geliat UMKM lewat Pameran KKI 2020

Malang Raya

NOTULA – Mendukung penyelenggaraan Karya Kreatif Indonesia (KKI) Seri 3 Tahun 2020, Bank Indonesia (BI) Malang menyelenggarakan pameran melalui showcasing/display produk UMKM, Jumat (20/11/20), di Hotel Tugu, Malang.

Sejumlah produk unggulan ditampilan, seperti berbagai macam kain dan fashion batik, kopi, serta makanan olahan dari 14 UMKM mitra BI Malang, diantaranya Anjani Batik Galeri – Kota Batu, Batik Blimbing – Kota Malang, Batik Prabulinggih – Kabupaten Probolinggo, Kopi Ledug – Kabupaten Pasuruan dan Gapoktan Mitra Arjuna – Kabupaten Malang.

Kepala BI Malang, Azka Subhan (Foto: Yoga Angga Pratama)

a
Tampak hadir pada kegiatan itu, Wali Kota Malang, Sutiaji, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kota Malang, Sugiarto Kasmuri, dan para pelaku usaha.

Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya, KKI 2020 diselenggarakan dalam konsep virtual, dilakukan dalam tiga seri. Seri I Sinergi untuk UMKM Ekspor (28-30 Agustus 2020), seri II Sinergi untuk UMKM Digital (Oktober), dan seri III Sinergi UMKM untuk Sahabat Milenial (20-22November).

Kepala Kantor BI Malang, Azka Subhan, mengatakan, terkait pandemi, seluruh kegiatan pameran dilaksanakan sesuai standar protokol kesehatan yang berlaku, diantaranya pembagian jadwal & pembatasan pengunjung, menerapkan protokol kesehatan untuk yang hadir di pameran (cek suhu tubuh, masker dan cuci tangan).

“Nanti akan dibagi menjadi 5 shift, satu shiftnya terdiri dari 40 orang,” kata Azkha, di Hotel Tugu.

BI juga mengajak masyarakat mengunjungi pameran KKI 2020 secara virtual melalui website www.karyakreatifindonesia.co.id lewat fitur platform yang dibuka sejak 30 Agustus 2020.

“Ke depan BI akan selalu berkomitmen mengembangkan UMKM agar menjadi tulang punggung perekonomian daerah dan nasional, serta bersinergi dengan berbagai kementerian dan Lembaga,” katanya.

Dia berharap KKI 2020 mampu mensosialisasikan peran BI dalam pengembangan UMKM, memperluas akses pasar domestik maupun ekspor di tengah pandemi COVID 19.

“Serta sebagai katalisator bagi pelaku usaha Industri Kreatif dalam meningkatkan kualitas produk sesuai trend pasar, sekaligus mendorong peningkatan nilai tambah melalui ekstensifikasi produk kain menjadi pakaian jadi bernilai jual tinggi,” pungkasnya.