Mendagri ke Kepala Daerah: Buat Aturan Khusus Terkait Kerumunan

Malang Raya

NOTULA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, minta kepala daerah membuat aturan khusus terkait kerumunan di masa pandemi Covid-19.

Tito mengatakan, aturan itu perlu dibuat, agar masyarakat betul-betul mematuhi aturan pencegahan penularan Covid-19 dengan menghindari kerumunan.

Mencegah kerumunan akan melengkapi 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak yang selama ini sudah ada.

“Para kepala daerah, tolong, kita lihat grafik kurva Covid-19 yang relatif naik terus. Belum ada pelatuk turunnya, saya kira perlu dibuatkan aturannya,” katanya, saat penganugerahan penghargaan Innovative Government Awards (IGA) 2020 di Jakarta, Jumat (18/12/20) malam.

Dijelaskan juga, aturan terkait itu meliputi kewajiban memakai masker, termasuk sosialisasi, pembagian, dan penegakan hukumnya, kemudian prinsip mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

Soal prinsip mencuci tangan saja, kata dia, hingga kini masih banyak masyarakat belum paham, kenapa harus memakai hand sanitizer.

“Hand sanitizer harus ada di kantong setiap orang, pegang apa langsung semprot, karena enggak mungkin bawa-bawa baskom (air) sama sabun di mana-mana,” sergahnya.

Mantan Kapolri ini juga mengatakan, kepala daerah harus melakukan intervensi kebijakan public, agar masyarakat di daerah mau mematuhi imbauan menghindari kerumunan itu.

“Perlu ada intervensi kebijakan publik. Di ruang publik diatur jaga jaraknya dan ada penegakannya. Yang paling penting adalah bagaimana menghindari kerumunan apapun. Sekali terjadi kerumunan, 3M sia-sia,” pungkasnya.