NOTULA – Setelah menjalani pelatihan 4 minggu selama April 2019, 20 peserta akhirnya dinyatakan lulus dan mendapat sertifikat dari pelatihan Artificial Intelligence (AI) yang diselenggarakan aplikasi BaBe – Baca Berita.

Penutupan program BaBe AI Academy dihadiri Walikota Malang H Sutiaji, Sekda Kota Malang Wasto, Asisten 3 Pemkot Malang Supranoto, Kepala Barenlitbang Erik Setyo Santoso, Kabag Perekonomian Rinawati, dan Kabag Humas, Nurwidianto, Sabtu (18/5) di Ruang Sidang Balaikota.

Dalam sambutannya, Sutiaji menaruh harapan pada lulusan program BaBe AI Academy untuk turut serta membangun melalui tangan-tangan kreatif mereka. “Saya ingin agar apa yang telah didapat selama pelatihan bisa diterapkan peserta dalam rangka menciptakan usaha-usaha kreatif untuk kemajuan Kota Malang,” katanya.

Dengan infrastruktur dan komunitas yang telah terbentuk, kata dia, Kota Malang memberikan fasilitasi dalam berinovasi dan mendukung agenda pembangunan nasional bangsa. “Kami senang menjadi tuan rumah peluncuran program BaBe AI Academy ini,” tambah Sutiaji.

Kota Malang terpilih menjadi lokasi kegiatan, lanjutnya, karena memiliki sarana dan prasarana yang dapat mencukupi berbagai kebutuhan selama pelatihan berlangsung.

Sementara itu, Edi Prio Pambudi, Asisten Deputi Moneter dan Neraca Pembayaran Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, menyatakan, Kota Malang jadi pilot project, karena memiliki potensi besar, dengan komunitas akademik yang kuat, ekonomi kreatif yang berkembang pesat, dan didukung penuh pemerintah daerah.

“Misi tim BaBe secara konsisten memberikan informasi, mendidik, dan menghibur dengan bantuan teknologi. Melalui program BaBe AI Academy, kami berharap membantu melatih generasi baru Indonesia dalam memperkuat kompetensi di bidang digital dan teknologi, khususnya AI dan machine learning,” tambah Weihan Liew, Presiden Direktur Aplikasi BaBe – Baca Berita.

Dengan begitu, generasi muda bisa lebih berdaya saing dengan meningkatkan kemampuan digital mereka melalui Teknologi Kecerdasan Buatan, sehingga para pelajar Indonesia memiliki keterampilan yang diperlukan saat berkarir di bidang teknologi dan industri.