Menag Lukman Diperiksa KPK, Kali Ini Terkait Penyelenggaraan Haji

NOTULA – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifudddin. Kali ini bukan terkait dugaan suap jual beli jabatan, tetapi kasus baru, penyelenggaran ibadah haji.

“Kepada yang bersangkutan (Lukman) dibutuhkan keterangannya dalam proses penyelidikan terkait penyelenggaraan haji,” kata Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, Rabu (22/5).

Komisi antirasuah itu mengkonfirmasi kepada Lukman terkait dugaan penyelewengan dana haji sebagaimana pernah menimpa Menag sebelumnya yang diduga telah terjadi penyelewengan dana haji..

“Jadi KPK cukup konsern dengan penyelenggaraan Haji ini. Selain pernah melakukan penanganan perkara pada menteri sebelumnya, KPK juga sudah berikan rekomendasi agar penyelenggaraan haji dilakukan tanpa penyimpangan. Jadi jangan sampai pelayanan terhadap masyarakat dalam menjalankan ibadahnya disalahgunakan pihak-pihak tertentu,” kata Febri.

KPK, tambah Febri, juga memperingatkan agar tidak ada lagi penyalahgunaan wewenang, pengaruh dan posisi untuk mencari keuntungan pribadi dalam penyelenggaraan Haji ke depan.

“Apalagi dalam waktu tidak terlalu lama akan diselenggarakan kembali ibadah Haji di tahun ini,” sambung Febri menambahkan.

Sekadar info, Menag Lukman telah diperiksa kedua kalinya oleh KPK sebagai saksi terkait suap jual beli jabatan di Kemenag untuk tersangka Anggpta DPR RI PPP M. Romahurmuziy alias Romi.

KPK menyita uang Rp 180 juta dan 30 Ribu dolar AS di laci meja kerja Menag Lukman terkait operasi tangkap tangan Romi beberapa waktu lalu.