NOTULA – Usai sudah pemeriksaan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin oleh penyidik KPK terkait dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) tahun 2018-2019. Dia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Romahurmuziy alias Romi.

Menteri diperiksa kurang lebih 5 jam dan akhirnya keluar dari Gedung KPK sekitar pukul 14.48 WIB. Begitu keluar, dia langsung dicecar pertanyaan awak media yang sudah menunggu di depan pintu.

“Saya bersyukur hari ini bisa memenuhi kewajiban konstitusional selaku warga negara yang harus kooperatif dengan lembaga hukum ketika dimintai keterangan sebagai saksi terkait perkara yang sedang ditangani,” kata Lukman, Rabu (8/5).

Dia mengaku dicecar banyak pertanyaan oleh penyidik KPK saat diperiksa selama kurang lebih 5 jam menjalani pemeriksaan. “Waduh pokoknya banyak sekali (pertanyaan KPK),” ujar Lukman.

Politisi PPP ini mengaku telah mengembalikan uang Rp 10 juta yang diduga telah diterimanya dari Kepala Kanwil Jawa Timur, Haris Hasanuddin, yang saat ini telah menjadi tersangka.

“Uang Rp 10 juta itu sudah saya sampaikan kepada penyidik KPK, bahwa sudah lebih dari sebulan yang lalu uang itu saya laporkan kepada KPK. Jadi saya tunjukkan tanda bukti laporan yang saya lakukan bahwa uang itu saya serahkan kepada KPK,” ungkap Lukman.

Meski begitu, terkait uang Rp 180 juta dan 30 Dollar AS yang telah disita KPK dari laci ruang kerjanya bersamaan dengan OTT Romi, Lukman tak memberikan jawaban.

“Mohon maaf, mohon maaf, wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh,” tutupnya seraya memasuki mobil.