Membangun Birokrat Tangguh dan Amanah di Masa Pandemi

Malang Raya

NOTULA – Sekda Kabupaten Malang, Dr Ir Wahyu Hidayat MM, mengingatkan, Aparatur Sipil Negara (ASN) tugasnya melayani, bukan dilayani, sebagaimana amanah Reformasi Birokrasi Pasal 10 huruf b Undang Undang No 5 Tahun 2014 tentang ASN.

Pernyataan itu disampaikan pada webinar bertajuk Membangun Birokrat Tangguh dan Amanah di Masa Pandemi, via zoom meeting, Senin (23/11/20). Selain Sekda Kabupaten Malang, tampil juga Ketua Komisi ASN, Prof Dr Agus Pramusinto MDA, sebagai pembicara.

“ASN harus melayani publik secara profesional dan berkualitas, sehingga dukungan dan kepercayaan masyarakat tercipta. Dengan kinerja melayani yang profesional, transparan, akuntabel dan memberdayakan masyarakat serta beretos kerja tinggi, akan terwujud good governance and
clean government,” tambahnya.

Pada saat pandemi, sambung Wahyu, ASN merupakan salah satu dari sekian jenis pekerjaan yang relatif aman dari dampak pandemi. Walaupun sistem dari Mendagri harus menerapkan sistem kerja work from home (WFH) dan work from office (WFO), namun dari sisi salary tidak mengalami kendala apapun. Tetap dapat penghasilan setiap bulan.

Sehingga penerapan WFH dan WFO pada ASN difokuskan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan aparatur, agar lebih aman. “Aman dan sehat adalah hal utama yang dipentingkan,” kata Wahyu lagi.

Untuk itulah, penerapan protokol kesehatan sangat perlu diterapkan di lingkungan kerja pemerintahan. Demi mendukung layanan publik dan keberlangsungan sistem pemerintahan meski masa pandemi, ASN harus mampu menggunakan kompetensinya untuk melaksanakan tugas dan
fungsinya.

“Contoh, bila ada kegiatan koordinasi atau rapat, bisa lakukan secara virtual dengan zoom meeting, hasil pekerjaan juga dapat dilaporkan ke pada pimpinan secara real time, serta tetap stand by apabila dibutuhkan setiap saat jika sedang WFH.

“Pelayanan publik juga demikian. Pelayanan dilakukan secara daring dengan tetap memperhatikan kualitas pelayanan dan protokol kesehatan. WFH dan WFO tidak banyak berpengaruh terhadap proses dan hasil kerja ASN, karena dapat memanfaatkan sarana TIK serta pengetahuan yang dimiliki, sehingga tugas dan pekerjaan dapat terselesaikan.

“Bahkan, dengan adanya pandemi ini dapat mengembangkan kreatifitas dan inovasi untuk meningkatkan efektifitas kinerja dengan hal baru,” kata Wahyu.