Martimus Amin: Elektabilitas Jokowi Merosot

Nasional

NOTULA – Calon presiden petahana, Joko Widodo (Jokowi), diperkirakan akan kalah telak pada ajang kompetisi Pemilihan Presiden (Pilpres), 17 April 2019.

Menurut pengamat hukum dan politik dari The Indonesian Reform, Martimus Amin, indikasinya jelas, janji-janji kampanye Jokowi pada Pilpres 2014 lalu tidak ada satu pun terbukti.

“Ditambah serentetan kasus operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap pendukung utamanya,” kata Amin, seperti dikutip dari rmol.co, Jumat (12/4).

Dia mencontohkan penangkapan anggota DPR, Romahurmuziy alias Romi, atas dugaan suap jual beli jabatan di Kementerian Agama. Juga temuan bukti ratusan ribu amplop gratifikasi senilai miliaran rupiah dalam rangkaian OTT Bowo Sidik Pangarso. Amplop-amplop berduit itu diduga untuk menyuap rakyat agar memilih Bowo Sidik dan Capres 01.

Dan terkini, puluhan kantong berisi kertas suara atas nama Caleg Parpol pendukung dan nama Paslon nomor urut 01 tercoblos , ditemukan di Selangor, Malaysia.

“Tentu semua itu membuat pemilih menarik dukungan untuk memilih Jokowi, karena tidak mau terimbas stigma negatif. Sehingga dapat dipastikan akan terjadi arus perpindahan suara besar-besaran pemilih Jokowi ke Prabowo-Sandi,” simpul Amin.

“Ini baru satu Parpol pendukung Jokowi yang ketahuan melakukan kecurangan di Selangor, belum yang lainnya nanti,” imbuhnya.

Menurut Amin, kalau tidak dirancang curang demikian, bisa diperkirakan elektabiltas Jokowi hanya tinggal 15 persen.