Maraton, Polri Tuntaskan Kasus Km 50 dan Periksa Petugas Lapangan

Nasional

NOTULA – Bareskrim Polri terus melakukan penyidikan dalam rangka menuntaskan kasus tewasnya enam laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 Karawang, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

“Penyidik Bareskrim Polri masih menyelesaikan tugas itu, sekarang belum bisa menyimpulkan dan mudah-mudahan tidak lama lagi diinformasikan kepada masyarakat,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono, kepada wartawan, di Gedung Bareskrim, Jakarta, Selasa (5/1/21).

Secara maraton, Propam Polri juga melakukan penyelidikan dugaan pelanggaran Standart Operasional Prosedur (SOP) terhadap anggota Polda Metro Jaya yang bertugas saat insiden bentrok dengan laskar FPI, termasuk melakukan pengawasan terhadap jalannya penyidikan perkara.

“Jadi kegiatan-kegiatan pengawasan dari Divpropam itu masih berjalan,” tandas Rusdi, seperti dikutip dari RMOL.id.

Senin (4/1/21), Komnas HAM memanggil Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri untuk melakukan rekonstruksi ulang peristiwa berdarah di Km 50 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat. Rekonstruksi dilakukan di halaman kantor Komnas HAM.

Anggota Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, usai rekonstruksi, mengatakan, pihaknya ingin melihat posisi duduk empat laskar FPI saat dibawa personel Polda Metro Jaya secara detil, sebelum tewas akibat tembakan petugas, juga tindakan petugas dari TKP hingga kamar jenazah RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Kami lengkapi (kronologis), siapa yang ada di barisan terakhir, tengah, terus tindakannya apa yang diambil teman-teman kepolisian sampai kemudian ke Rumah Sakit Polri. Jadi itu kira-kira rekonstruksi peristiwa yang tadi dilakukan,” pungkas Beka.