Malang Raya Transisi Menyongsong New Normal

Malang Raya

NOTULA – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai upaya percepatan penanganan virus corona (Covid-19) di Malang Raya berakhir 30 Mei mendatang dan tidak akan diperpanjang.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengimbau warga Malang bersiap menuju new normal. “PSBB Malang Raya cukup sekali saja dan kita akan masuk masa transisi pasca PSBB, menuju New Normal Life,” ungkapnya kepada wartawan, Kamis (28/5/20).

Menurutnya, keputusan itu diambil berdasar pedoman yang dikeluarkan Badan Kesehatan Dunia (WHO), di mana terdapat enam faktor yang harus terpenuhi terkait masa transisi suatu wilayah pasca PSBB).

Keenam faktor itu, diantaranya terkontrolnya persebaran Covid-19, cukupnya kapasitas kesehatan untuk melakukan tes, isolasi, tracing hingga karantina pasien yang terkonfirmasi dan tersedianya perlindungan kepada populasi berisiko, yaitu lansia dan individu dengan penyakit komorbid.

“Dari ketiga faktor ini saya mendapat konfirmasi dari kepala daerah se-Malang Raya bahwa kondisinya saat ini tercukupi dan dapat dipenuhi,” ungkap Khofifah.

Bahkan, untuk Kota Batu, menurutnya, hingga saat ini fasilitas kesehatan untuk pasien Covid-19 hanya terpakai 20 persen.

Faktor selanjutnya menurut pedoman WHO adalah penerapan protokol kesehatan seperti penggunaan masker serta physical distancing. Lalu meminimalkan resiko penyebaran kasus baru serta adanya komunitas yang turut aktif dalam melawan penyebaran Covid-19.

“Kami melihat modal sosial masyarakat Malang Raya luar biasa. Solidaritas dan kegotongroyongannya luar biasa. Kekuatan Malang Raya yang luar biasa adalah di poin keenam,” sergahnya.

Dengan berakhirnya PSBB Malang Raya pada 30 Mei 2020 mendatang, seperti dikutip dari rmol.id, Khofifah mengingatkan jajarannya untuk tetap melakukan upaya perlindungan kepada masyarakat.