Mahasiswa Desak KPK Jemput Paksa Politisi PDIP Ihsan Yunus

Nasional

NOTULA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak memanggil dan menangkap politisi PDIP, Ihsan Yunus, atas dugaan suap bantuan sosial (Bansos).

Ungkapan itu disuarakan Gerakan Mahasiswa untuk Rakyat Indonesia lewat aksi unjuk rasa di depan Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (5/2/21).

Menurut koordinator aksi, Risal, dugaan keterlibatan mantan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI itu menguat setelah ada penerimaan uang Rp 1,5 miliar oleh utusan Ihsan bernama Agustri Yogaswara.

“Fakta itu terekam dalam rekonstruksi. Saat itu Harry Sidabuke (tersangka) menyerahkan uang sebesar Rp 1.532.044.00 kepada Yogaswara,” ujar Risal dalam orasinya.

Pada rekonstruksi yang dilakukan di Gedung ACLC KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin lalu (1/2/21), Harry memberikan dua unit sepeda merek Brompton kepada Yogaswara yang disebut sebagai operator Ihsan Yunus.

Risal juga menyoroti sikap Ihsan Yunus yang tak merespons pemanggilan penyidik untuk dijadikan saksi dalam kasus yang menjerat eks Menteri Sosial Juliari Peter Batubara (JPB) itu.

“Ihsan Yunus mengaku belum menerima surat panggilan pemeriksaan. KPK pun mengajukan surat ulang pemeriksaan kepada Ihsan Yunus,” jelas Risal.

Dalam aksinya, ada beberapa poin tuntutan yang disampaikan kepada KPK. Pertama, mereka mendesak KPK memanggil dan memenjarakan Ihsan Yunus.

Pihaknya juga mendesak KPK menjemput paksa Ihsan Yunus karena sempat mangkir dari panggilan penyidik KPK. “KPK harus bertindak progresif usut tuntas kasus Bansos Covid-19,” pungkasnya.