LP3ES: KPK Mudah Tangkap Edhy, Tapi Begitu Susah Tangkap Harun Masiku

Nasional

NOTULA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini telah menjadi rumpun eksekutif, sehingga tindakannya disesuaikan dengan selera eksekutif.

Demikian disampaikan peneliti senior LP3ES, Malik Ruslan, di acara webinar bertajuk “Evaluasi dan Prospek Hukum Demokrasi: Mungkinkah KPK Bangkit Kembali?”

“Jadi, masa depan KPK ini agak bermasalah, atau paling tidak, mungkin bangsa ini mau dibawa menyesuaikan selera eksekutif,” tutur Malik Ruslan, Minggu (29/11).

Ketika KPK sudah diposisikan sebagai rumpun eksekutif, sambung dia, maka fokus KPK akan bergeser dari visi ke institusi.

“Siapa yang menguasai eksekutif, akan mengendalikan KPK, bukan tidak mungkin, siapa yang menguasai eksekutif akan mengendalikan KPK,” katanya, seperti dikutip dari RMOL.id.

Dengan demikian, kata Malik, saat terjadi saling amputasi antar institusi, maka perburuan kekuasaan akan terjadi, misalnya Pilpres maupun Pilkada.

“Ini bisa jadi akan saling mengamputasi untuk mencapai tujuan. Di mana, kadang-kadang tanpa kontrol yang kuat, politik bisa digulirkan sebagai suatu yang menghalalkan segala cara,” terangnya.

Malik juga berkaca atas perbedaan sikap KPK terhadap kader dari partai politik penguasa dengan partai yang sempat menjadi oposisi.

Sikap KPK terhadap kader Partai Gerindra, Edhy Prabowo, yang baru saja ditetapkan sebagai tersangka, dengan kader PDIP, Harun Masiku, yang buron sejak awal tahun lalu.

“Nah, kaitannya dengan kasus penangkapan Menteri KKP (Edhy Prabowo), begitu mudahnya menangkap, tapi begitu susahnya menangkap Harun Masiku untuk ditetapkan sebagai tersangka, dari Januari sampai sekarang belum tertangkap, ada apa dengan Harun Masiku?” Malik mengaku heran.

Apalagi kata Malik, konon kasus yang melibatkan kader PDIP itu juga menyeret petinggi PDIP.

“Ini terkait ya, waktu Harun Masiku ditangkap itu, bisa dibuktikan bahwa ini orang ada kaitan, misalnya dengan Sekjen partai pemenang pemilu, dan sebagainya, dia hilang begitu saja. Apakah dia masih hidup atau sudah dihabisi? Kita tidak tau,” pungkasnya.