Listyo Sigit Bakal Sinergikan Ulama-Umara untuk Tekan Intoleransi

Nasional

NOTULA – Calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo bertekad mensinergikan ulama dan umara (pemimpin), demi menghilangkan kasus-kasus intoleransi dan radikalisme. Selain itu dia juga memaparkan 6 prioritas di 2001.

Pada fit and proper test di depan anggota Komisi III DPR RI, Listyo Sigit menekankan perlunya pelibatan ulama, karen persoalan gangguan keamanan muncul di tengah masyarakat sehingga diperlukan tokoh yang bisa meredam gangguan itu.

“Bagaimana upaya Polri bersinergi dengan tokoh agama di Banten, sinergi umara dan ulama itu akan kita lakukan, sehingga ke depan kita bisa mencegah hal-hal yang berdampak pada intoleransi dan radikalisme,” kata Listyo, Rabu (20/1/21).

Masih menurut Listyo, kolaborasi antara umara dan ulama serta tokoh masyarakat dan Ormas-ormas yang berbasis agama juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat atas pemahaman Pancasila.

“Juga memeberikan jaminan keamaman kepada seluruh masyarakat, termasuk jaminan beribadah,” katanya.

Secara umum, pada kepemimpinannya nanti, pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat adalah dengan mengarusutamakan moderasi beragama dalam memperkokoh NKRI.

“Perlu dilakukan kolaborasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, Ormas berbasis keagamaan, para pemangku kepentingan lainnya, termasuk melibatkan ahli dan civil society,” rincinya.

6 Prioritas 2021
Komjen Listyo Sigit Prabowo juga memaparkan enam sasaran prioritas Polri pada 2021, sebagaimana tertuang dalam rencana kerja Polri selama satu tahun ke depan.

Keenam sasaran prioritas itu adalah, menciptakan Harkamtibmas yang kondusif guna menjaga stabilitas kamtibmas dalam rangka mempercepat pemulihan ekonomi dan reformasi sosial termasuk di wilayah perbatasan NKRI.

Kedua, mengoptimalkan pelayanan publik Polri. Ketiga, penegakan hukum secara berkeadilan dan terpercaya. “Keempat meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan SDM Polri,” jelasnya.

kelima, pengembangan Almatsus kepolisian yang modern secara bertahap dan berkelanjutan. Dan terakhir, regulasi dan sistem pengawasan yang efektif dan terpercaya.