Liga 1 Terindikasi Dijangkiti Praktik Match Fixing

Nasional

NOTULA – Match fixing atau pengaturan skor diduga merambah kasta tertinggi liga Indonesia, yakni Liga 1. “Tidak menutup kemungkinan (Liga 1),” kata Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, sesaat lalu (Senin, 31/12).

Meski begitu, sejauh ini polisi masih melakukan penyidikan dugaan pengaturan skor pada kompetisi Liga 2 dan 3, dengan menagkap sejumlah petinggi PSSI dan memeriksa belasan saksi.

Sejauh ini ada empat tersangka yang sudah ditangkap polisi, mereka adalah Komisi Disiplin PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih, anggota Komite Eksekutif PSSI Johar Ling En, serta mantan Komisi Wasit, Priyanto, dan anaknya, Anik.

Dedi menegaskan, dua kasta liga tersebut menjadi pintu awal bagi polisi untuk mengungkap lebih luas kasus mafia bola.

Polisi juga mendapat dukungan dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dalam upaya pemberantasan mafia bola yang ada di Indonesia.

Dedi yakin, dengan dukungan tersebut maka usaha untuk memberantas mafia bola di Indonesia semakin menunjukkan titik terang.

“Ketua Umum PSSI (Edi Rahmayadi) sudah berkomitmen akan mendukung secara penuh Satgas ini untuk memberantas mafia pengaturan skor dan merusak persepakbolaan indonesia,” demikian Dedi.