NOTULA – Penyidik Subdit Kamneg Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengamankan sejumlah barang bukti dari penangkapan Lieus Sungkharisma di sebuah apartemen di Hayam Wuruk dan di kediamannya, Jalan Keadilan 26, Tamansari, Jakarta Barat, Senin (20/5).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, mengatakan, dari penangkapan itu, kepolisian menggeledah kamar apartemen dan mengamankan barang bukti berupa handphone, CCTV, serta dokumen lain.

“Dilakukan penggeledahan di kamar itu, ditemukan alat komunikasi berupa handphone dan CCTV serta dokumen-dokumen yang dipunyai tersangka,” tutur Argo, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin sore (20/5).

Usai penggeledahan di apartemen itu, polisi selanjutnya menggeledah kediaman Lieus. Dari situ polisi juga mengamankan beberapa barang bukti.

“Penggeledahan juga dilakukan di rumah Lieus, kami menemukan beberapa barang bukti yang dibawa penyidik, pertama alat komunikasi dan beberapa dokumen terkait tersangka (Lieus),” lanjutnya.

Lieus pun langsung dibawa ke gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya untuk diperiksa lebih lanjut. Dari situ Lieus ditetapkan sebagai tersangka. Polisi menetapkan tersangka terhadap Lieus atas dua barang bukti.

“Ada dua alat bukti yang cukup. Jadi laporan kan 19 April, dilimpahkan ke Polda Metro Jaya, sudah ditetapkan sebagai tersangka kemarin (Minggu) dan sekarang kita lakukan penangkapan,” tegas Argo.

Lieus diringkus usai pihak Bareskrim Polri melimpahkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya. Lieus ditangkap karena dugaan kasus tindakan makar dan penyebaran berita bohong atau hoax.

Dia dilaporkan seorang warga bernama Eman Soleman ke Bareskrim Polri, Selasa (7/5/2019) malam. Laporan tersebut teregister dalam nomor laporan LP/B/0441/B/2019/Bareskrim.

Dalam laporan polisi itu, Lieus disangkakan UU 1/1946 tentang KUHP Pasal 14 dan/atau Pasal 15, UU 1/1946 tentang KUHP Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 dan/atau Pasal 163 bis jo Pasal 107.