NOTULA – Koordinator Rumah Aspirasi Prabowo-Sandi, Lieus Sungkharisma, akhirnya ditangkap di rumahnya, dan tiba di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (20/5) pukul 10.10 WIB.

Begitu tiba di Mapolda, kepada wartawan Lieus mengatakan, penangkapan dirinya tidak adil.

“Saya ditarik, saya diangkat kaya ogoh-ogoh, ya kan, jadi enggak adil lah ini,” ucap Lieus sambil berjalan menuju ruangan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Berdasar pengamatan, Lieus memang tiba di lokasi dengan tangan terborgol. Dia dikawal beberapa anggota polisi, dan langsung masuk menuju ruang pemeriksaan.

Lieus juga mengaku siap ditahan, namun dia mengingatkan bahwa penahanan dirinya tidak akan membuat rakyat takut untuk terus berjuang.

“Diborgol lagi kan tidak apa-apa buat saya sih, ini namanya perjuangan, tidak pernah bisa bikin takut rakyat, rakyat akan terus berjuang bukan karena dipanggil, ditangkap,” ungkapnya, seperti dikutip dari rmol.co.

Lieus diringkus setelah pihak Bareskrim Polri melimpahkan kasus itu ke Polda Metro Jaya. Sebelumnya dia sudah pernah dipanggil. Lieus ditangkap karena dugaan kasus tindakan makar dan penyebaran berita bohong atau hoax.

Seperti diketahui, Lieus dilaporkan seorang warga bernama Eman Soleman ke Bareskrim Polri, Selasa (7/5). Laporan itu teregister dalam nomor laporan LP/B/0441/B/2019/Bareskrim.

Dalam laporan polisi itu, terhadap Lieus disangkakan UU 1/1946 tentang KUHP Pasal 14 dan/atau Pasal 15, UU 1/1946 tentang KUHP Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 dan/atau Pasal 163 bis jo Pasal 107.