Lieus: Demi Persatuan, Jokowi Bisa Perintahkan Prabowo Jemput Habib Rizieq

Nasional

NOTULA – Peringatan Hari Pahlawan 10 November harus jadi momentum instrospeksi para pemimpin negeri dalam menakhodai jalannya kehidupan berbangsa dan bernegara ke depan.

Menurut aktivis Tionghoa, Lieus Sungkharisma, Hari Pahlawan momentum terbaik bagi para pemimpin untuk mengeluarkan bangsa dan negara dari berbagai persoalan yang selama ini membelit.

“Momentum itu jadi lebih berarti, karena Habib Muhammad Rizieq Shihab, yang tiga setengah tahun berada di pengungsian, akan kembali ke tanah airnya,” jelasnya, seperti dikutip dari RMOL.id, Minggu (8/11).

Kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu, kata dia, akan sangat bermakna bagi persatuan dan kesatuan bangsa, jika semua pejabat negara menyambutnya dengan tangan terbuka.

Demi kepentingan bangsa yang lebih besar, presiden dan para pejabat negara diminta Lieus untuk menyambut kepulangan Habib Rizieq dengan jiwa besar. Semua pernyataan provokatif terkait ulama dengan jutaan pengikut itu harus dihentikan.

“Dengan semangat Hari Pahlawan, saya meminta para pemimpin bangsa untuk berjiwa besar menyambut kepulangan Habib Rizieq,” Lieus berharap.

Diingatkan juga, salah satu wujud jiwa besar itu, misalnya Presiden Jokowi memerintahkan Menhan Prabowo Subianto secara khusus menyambut kepulangan Habib Rizieq dan membawanya langsung ke Istana untuk berbicara dengan kepala negara.

“Penjemputan secara khusus itu bukan saja wujud penghormatan terhadap ulama besar itu, tapi bukti bahwa pemerintah sungguh-sungguh ingin membangun rekonsiliasi,” tandasnya.

Jika hal itu dilakukan, tidak saja meredam gejolak politik yang terus terjadi akibat berbagai rumors terkait renggangnya hubungan pemerintah dengan sejumlah tokoh dan pemuka agama Islam, tapi juga menjadi langkah yang baik merekatkan kembali persatuan Indonesia.

“Saya pikir itulah semangat hari pahlawan yang bisa kita implementasikan di hari pahlawan tahun ini, yakni semangat kejuangan demi tujuan yang lebih besar, yakni persatuan, kedaulatan dan kemakmuran NKRI,” ujarnya.