Libatkan Tim Gabungan, BP2D Kembali Sambangi Wajib Pajak Nakal

Malang Raya

NOTULA – Tak ada kamus leha-leha bagi awak Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang. Baru saja menuntaskan Jalan Sehat Arema Sadar Pajak V 2018, Selasa (27/11) hari ini, langsung menggelar Operasi Gabungan Sadar Pajak di bulan Nov 2018.

Kepala BP2D Kota Malang, Ir H Ade Herawanto MT, mengatakan, Ospgab kali ini melibatkan tim yang terdiri dari unsur Pemkot Malang, seperti BP2D, Satpol PP dan DPM PTSP, termasuk Kejaksaan Negeri Malang, Denpom V/3 Brawijaya dan Polres Malang Kota.

Ada 15 titik yang menjadi sasaran Opsgab kali ini, meliputi Wajib Pajak Kost, Reklame dan Pajak Bumi & Bangunan (PBB), terutama yang menunggak pajak daerah yang bandel, dan sudah diberi surat peringatan hingga tiga kali, dan tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan kewajibannya.

Sebelum memberangkatkan tim Opsgab, Ade mengingatkan, kegiatan ini bukan semata tindakan represif, namun lebih persuasif, sebagai pembelajaran bagi masyarakat agar meningkatkan kesadaran dan kepatuhan dalam memenuhi kewajiban perpajakan daerah. Serta dalam upaya mengurangi tunggakan dan mengurai piutang Pemkot Malang.

Untuk sasaran wajib pajak kost tersebar di kawasan Jalan Simpang Borobudur, MT Haryono, Sigura-gura, Tlogomas dan Joyo Utomo. Wajib pajak reklame di Jalan A Yani, S Parman hingga kawasan Soekarno-Hatta.

Sedangkan sasaran untuk wajib pajak penunggak PBB ada di kawasan Mergosono, Soehat, Bantaran dan Glintung. Nilai tunggakan masing-masing beragam, mulai dari Rp 20 jutaan sampai Rp 220 jutaan.

“Total nilai tunggakan yang menjadi sasaran kali ini kisarannya mencapai Rp 1,009 miliar,” tambah Ade.

Karena tidak ada itikad baik untuk memenuhi kewajiban, tim Opsgab langsung melakukan penempelan stiker dan memasang patok di lokasi usaha wajib pajak bersangkutan, dan tidak boleh dilepas sebelum melakukan pelunasan.