LHKP Muhammadiyah Dukung Penghapusan Preshold dan Tolak Presiden Tiga Periode

Nasional

NOTULA – Berbagai wacana dan manuver terkait Pemilu dan Pilkada Serentak 2024 terus mewarnai media informasi. Salah satunya pencalonan presiden untuk memimpin lebih dari dua periode, di sisi lain soal penghapusan presidential treshold (Preshold).

Menyikapi aneka waca, Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Muhammadiyah menilai tidak sehat bagi demokrasi yang menjadi amanah reformasi serta semangat pembatasan kekuasaan (konstitusionalisme) sebagaimana ditegaskan konstitusi.

“Karena itu, wacana itu harus tegas dihentikan,” tegas Ketua LHKP Muhammadiyah, Dr Agus HS Reksoprodjo, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (18/9/22).

Dia juga menyoroti polarisasi politik sebagai dampak dari taktik politik elektoral yang cenderung berupaya terus membelah dan bukannya merangkul kesatuan.

Hal itu, menurutnya seperti dikutip dari rmol.id, menyebabkan terjadi kutub-kutub masyarakat yang tidak kondusif di satu negara yang berlandaskan kesatuan dalam keberagaman.

Polarisasi diakibatkan sistem salah kaprah ambang batas pencalonan presiden (presidential nomination threshold/Preshold) yang mengantarkan pada praktik politik transaksional-oligarkis, serta menutup kesempatan masyarakat luas untuk menjadi kandidat secara adil dan setara.

Sudah semestinya, sambung dia, semua pihak bersepakat memberikan kesempatan yang adil bagi rakyat untuk bisa mendapatkan lebih banyak pilihan dan terhindar dari politik pecah belah, teror, ataupun rasa takut.

Bila keterbelahan itu terus berlanjut, maka bangsa ini pasti akan mengalami demokrasi politik yang stagnan, involutif, dan bahkan mengalami kemunduran.

“Sehubungan itu, LHKP Muhammadiyah mendukung penghapusan ambang batas pencalonan presiden (Preshold) dan mendesak partai politik memberikan pilihan pasangan calon presiden dan wakil presiden lebih beragam, serta tidak menimbulkan benturan di masyarakat melalui antitesis dua pasangan calon, seperti Pemilu 2014 dan Pemilu 2019,” pungkasnya.