Lawan KKN dan Oligarki, Semua Elemen Rakyat Gelar Konsolidasi Nasional

Nasional

NOTULA – Aktivis yang tergabung dalam Komite Rakyat Lawan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KRLKKN) menggelar Konsolidasi Nasional Rakyat Indonesia (KNRI) di momen Hari Kebangkitan Nasional, 10-12 Mei mendatang, di Jakarta.

Ketua Pelaksana KNRI, Febriditya Ramdhan Dwi Rahyanto, mengatakan, sejumlah pimpinan mahasiswa, pelajar, petani, nelayan, buruh, akademisi, kelompok profesional aktivis 98, rakyat korban tambang, advokat, dan beragam profesi, akan hadir.

KNRI digelar dalam rangka menemukan solusi mengatasi masalah bangsa dalam momentum Hari Kebangkitan Nasional yang akan diselenggarakan di Jakarta. “KNRI ini mengambil hikmah atas perjuangan sejak 1908,” jelas Febriditya, seperti dikutip dari rmol.id, Rabu (4/5/22).

Adit, demikian dia akrab disapa, menilai, saat ini rakyat Indonesia harus bangkit secara nasional atas menyikapi apa yang menjadi keluhan rakyat Indonesia.

“Secara umum yang dikeluhkan keseluruhan masyarakat hari ini adalah KKN. Dan kita pastikan akan melawan itu semua,” katanya.

Dia juga menilai, Kebangkitan Nasional 2022 ini merupakan simbol bangkitnya rakyat tertindas. Karena, banyak orang terkena PHK, harga kebutuhan pokok meroket, serta masih minimnya pelajar mendapatkan hidup layak dan pendidikan yang wajib dirasakan secara merata.

Itu semua disebabkan massifnya KKN yang merupakan musuh bersama. Maka, untuk mewujudkan cita-cita hukum yang tegak, KKN harus dihentikan.

“Konsolidasi nasional ini akan menegaskan bahwa KKN sebagai musuh bersama. Karena itu, hari ini kita harus bersatu untuk rakyat dan kebangkitan nasional,” katanya.

Sementara Humas KRL-KKN, Misbahul Anwar, menambahkan, pihaknya mengundang semua pihak pada konsolidasi nasional yang akan diselenggarakan di Jakarta itu.

“Kami mengundang mahasiswa, pemuda atau rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke agar bersatu, berpartisipasi pada agenda konsolidasi nasional ini,” kata Anwar.

Sedang dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun, mengapresiasi upaya mahasiswa dengan sejumlah harapan. “KKN memang merajalela, bahkan berkelindan bersama oligarki predator yang sangat merugikan rakyat banyak,” tegasnya.

Ubedilah yang juga pelapor dugaan KKN dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) kedua putra presiden dan anak petinggi perusahaan besar ke KPK itu berharap agar konsolidasi itu membuahkan hasil untuk kepentingan negara dan rakyat banyak.

“Saya berharap langkah hebat mahasiswa bersama elemen rakyat ini membuahkan kesepakatan penting untuk bergerak bersama membela rakyat dan menyelamatkan masa depan republik ini dari kehancuran,” tandasnya.