Laporan Dugaan Korupsi Ahok Ditindaklanjuti KPK

Nasional

NOTULA – Lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan menindaklanjuti laporan Poros Nasional Pemberantasan Korupsi (PNPK) terkait dugaan korupsi yang melibatkan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Kepastian itu disampaikan Plt Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri, Kamis (6/1/22), sembari membenarkan telah menerima laporan dari PNPK.

“KPK akan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat, dengan lebih dulu melakukan verifikasi dan telaah terhadap data dan informasi yang ada dalam aduan,” tutur Ali, seperti dikutip dari rmol.id.

Pada proses verifikasi dan telaah, sambungnya, tim akan memastikan apakah pengaduan itu merupakan tindak pidana korupsi dan menjadi ranah kewenangan KPK atau tidak. “Bila kedua unsur itu terpenuhi, KPK tentu menindaklanjuti,” tambahnya.

Meski begitu Ali mengingatkan, masyarakat juga penting memahami bahwa tindaklanjut KPK atas suatu aduan tidak selalu menggunakan pendekatan penindakan. Bisa menggunakan data dan Informasi dalam pengaduan itu untuk perbaikan sistem dan tata kelola pada instansi terkait, melalui pendekatan strategi pencegahan.

Sebab itu, dalam menyampaikan pengaduan, masyarakat perlu memperhatikan kelengkapan laporan dan data pendukung yang valid, agar memudahkan tim dalam proses tindaklanjutnya.

“Masih banyak laporan yang disampaikan berisi data dan Informasi pendukung awal yang tidak lengkap,” kata Ali lagi.

Jika merujuk pada data pengaduan masyarakat tahun 2021, dari total 4.040 aduan, ada 2.481 diarsipkan atau kurang lebih sebesar 61 persen, karena tidak ada kelengkapan informasi ataupun data dukung awal yang cukup.

“Masyarakat jangan segan menyampaikan pengaduan kepada KPK jika melihat atau mengetahui adanya dugaan TPK. Karena pengaduan masyarakat merupakan salah satu bentuk keterlibatan dan kolaborasi publik dengan KPK dalam upaya memberantas korupsi,” tutupnya.