NOTULA – Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kembali memanggil Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, terkait dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan kementerian yang dipimpinnya (Kemenag) tahun 2018 hingga 2019.

Kali ini Lukman dipanggil sebagai saksi kasus suap untuk tersangka politisi PPP, Romahurmuziy alias Romi (RMY).

“Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi TPK suap pengisian jabatan di lingkungan Kemenag untuk tersangka RMY,” kata Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (24/5)

Seperti diketahui, dalam perkara ini, KPK telah menetapkan sedikitnya tiga orang tersangka, yakni politisi Romi, Kakanwil Kemenag Kabupaten Gresik, Muafaq Wirahadi, dan Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanuddin.

Sementara itu, selama proses penyidikan kasus ini, sedikitnya 70 orang saksi telah digarap oleh KPK.

Pada saat Operasi Tangkap Tangan (OTT), KPK berhasil menyita uang sebesar Rp 156 juta dari tangan Romi yang diterima dari Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin.

Secara paralel, KPK juga menyita sejumlah uang pecahan rupiah dan mata uang asing sebesar Rp 180 juta dan 30 ribu dolar AS dari laci meja kerja ruangan Menag Lukman.

Namun, hingga saat ini KPK masih menelusuri dugaan keterlibatan Menag dalam perkara tersebut.