Lagi, KPK Temukan Tiga Proposal Bermasalah di Kemenpora

Nasional

NOTULA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menemukan tiga proposal pengajuan dana bermasalah di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Hal itu dikemukakan Jurubicara KPK, Febri Diansyah, yang menyatakan, proposal-proposal itu terindikasi sebagai praktek suap dana hibah Kemenpora kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

“Ada lebih dari tiga proposal yang teridentifikasi di tahun 2018 yang konsekuensinya adalah dana hibah dari Kemenpora ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI),” tutur Febri, di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (24/1) petang.

Meski begitu, untuk detailnya, kata Febri, dia masih menunggu hasil pemeriksaan untuk kegiatan apa saja proposal itu diajukan. “Tentu perlu dilakukan identifikasi terlebih dahulu,” jelas Febri, seperti dutip dari rmol.co.

Seperti diberitakan, kasus suap dana hibah KONI terkuak dalam operasi tangkap tangan (OTT) akhir tahun lalu.

Dari operasi senyap itu KPK telah menetapkan lima tersangka, tiga di antaranya merupakan penerima suap. Mereka adalah Deputi IV Kemenpora, Mulyana, PPK Kemenpora, Adhi Purnama dan Staf Kemenpora, Eko Triyanto.

Sementara pihak diduga pemberi suap adalah Sekretaris Jenderal KONI, Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umum KONI, Jhoni E Awuy.

Alat bukti yang diamankan KPK berupa uang tunai senilai Rp 318 juta, buku tabungan dan ATM dengan saldo sekitar Rp 100 juta, satu unit mobil Chevrolet dan bingkisan uang tunai di KONI senilai Rp 7 miliar.