Kuasa Hukum Minta HRS Dihadirkan di Sidang Praperadilan Tapi Ditolak

Nasional

NOTULA – Hakim tunggal yang memimpin sidang praperadilan kasus Habib Rizieq Shihab (HRS), Akhmad Sahyuti, menolak permintaan tim kuasa hukum agar HRS dihadirkan dalam sidang.

“Kan sudah ada aturan, jangan paksakan itu. Yang kita gugat ini formalitasnya,” kata hakim Akhmad Sahyuti, saat memimpin jalannya sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (4/1/21).

Salah satu tim kuasa hukum HRS, Alamsyah, usai persidangan, menyatakan kecewa kliennya tidak bisa dihadirkan di persidangan. Menurutnya, HRS lah yang berperkara dalam hal ini, dan dia yang mengetahui persis kejadian, sehingga keterangannya perlu diperdengarkan di persidangan.

“Praperadilan ini kan semi pidana, dalam sidang pidana pemohon bisa dihadirkan. Karena yang mengalami kasus ini dia (HRS) sendiri,” kata Alamsyah.

Akhirnya, usai pembacaan permohonan, sidang praperadilan itu ditunda, dan kembali dilanjutkan Selasa (5/1/21) besok, dengan agenda mendengarkan tanggapan dari termohon.

Pada perkara praperadilan kali ini, sidang berlangsung sebanyak tujuh kali, dengan agenda membacakan permohonan, tanggapan termohon, bukti surat, saksi-saksi, kesempatan dari termohon, lalu putusan.