NOTULA – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi resmi mendaftarkan gugatan sengketa Pemilu 2019 di Mahkamah Konstitusi, Jumat pekan lalu.

Konfederasi Serikat Buruh Indonesia (KSPI) sebagai salah satu elemen pendukung pasangan nomor urut 02, enggan tebak-tebakan terkait peluang keberhasilan gugatan itu.

“Kami tidak bisa memprediksi, karena hakim itu kan tidak bisa dipengaruhi oleh siapapun,” tegas Presiden KSPI, Said Iqbal, di Bilangan Menteng, Jakarta, Senin (27/5).

Dia pun mengutip pernyataan mantan Ketua MK, Mahfud MD, bahwa persoalan sengketa hasil Pemilu tidak sekadar selisih perolehan suara, tetapi juga soal seberapa intens bukti-bukti soal kecurangan.

“Pada saat beliau menjadi ketua MK, beliau mengatakan, penetapan dari hasil Pilkada, termasuk Pilpres, bisa berubah tidak hanya berdasarkan jumlah angka suara, tapi juga berdasarkan tingkat kecurangan,” jelasnya.

Karena itu, kata Iqbal, KSPI berharap sidang berjalan dengan baik, dan hakim sebagai negarawan membuat keputusan berdasarkan bukti-bukti kecurangan yang ada.

“Tentu kami sangat berharap MK bisa menyidangkan tentang bisa nggak dibuktikan, bukan hanya dari selisih suara, tapi tingkat kecurangan yang massif, terstruktur, dan sistematis,” pungkasnya.