NOTULA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan, surat suara yang ditemukan sudah tercoblos di Jalan Seksyen 2/11, Taman Kajang Kajang dan Bangi, Selangor, Malaysia, tidak akan masuk dalam perhitungan resmi 17 April mendatang.

“Kami belum bisa memastikan itu surat suara kami atau bukan, karena kami tidak dapat akses surat suara itu dari Polisi Diraja Malaysia, nah kami anggap tidak dihitung, memang tidak dihitung,” ungkap anggota KPU, Ilham Saputra, di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Minggu (14/4).

Dia juga memastikan, tempat penemuan surat suara tercoblos tidak diketahui, sebab penyimpanan hanya di gudang Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan di Sekolah Indonesia di Kuala Lumpur (SI KL).

“Menurut Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur itu bukan, jadi tidak ada, kata PPLN, kita hanya menaruh di gudang KBRI dan sekolah Indonesia di Kuala Lumpur, jadi enggak ada gudang lain atau penempatan lain selain KBRI dan SI KL,” tuturnya.

“Yang pasti kami berkoordinasi dengan Panwalu dan PPLN, memang kami tidak menyewa tempat khusus di situ atau gudang di situ, jadi kami tidak bisa kemudian memastikan, sekali lagi surat suara produksi dari KPU RI,” lanjutnya.

Ilham juga menyampaikan, pemungutan suata di Kuala Lumpur tetap berjalan baik, pencoblosan melalui mekanisme Kotak Suara Keliling (KSK) juga sudah rampung, termasuk surat suara pos yag sudah kembali ke PPLN KL.

“Yang pos juga sudah kembali, baru kemarin kita ke sana, menurut PPLN-nya sudah ada 41 kardus yang di pos, yang kami ambil, harus kita sortir, jadi masih terus berjalan, kan pos itu kami terima sampai sebelum pemungutan suara 17 April,” tuturnya.

“Jadi yang pos semua sudah ada, paling kami berkoordinasi dengan yang disana, surat suara pos semua sudah, per 500 surat suara perkotak,” lanjutnya.

Ilham juga menekankan kembali, surat suara yang diberitakan sudah tercoblos tidak akan dihitung pada 17 April mendatang, bahkan surat suara tercoblos itu menjadi sampah. Saat ini pihaknya juga belum diizinkan masuk ke ruang penemuan surat suara itu.

“Ya kami mengambil sikap untuk melanjutkan pemungutan suara dan tidak menghitung yang ditemukan itu, dianggap sampah saja yang ditemukan itu,” paparnya, seperti dikutip dari rmol.co.

“Jadi kami komunikasi dengan orang polisi yang menjaga di tempat kejadian, mereka mengatakan tidak bisa, tidak bisa, tidak boleh, ya udah,” tandasnya.