KPU Dinilai Tak Kredibel, Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Tergerus

Nasional

NOTULA – Elektabilitas pasangan calon nomor urut 01, Joko Widodo – Ma’ruf Amin, dan kepercayaan publik terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) bisa tergerus karena masalah batalnya agenda penyampaian visi misi.

Pengamat politik Bin Firman Tresnadi menekankan pentingnya KPU menfasilitasi pemaparan visi misi pasangan Capres-Cawapres. Lewat visi misi, rakyat bisa menilai dan mengukur kemampuan calon pemimpinnya.

“Visi misi itu gambaran awal dari calon pimpinan, sebagai solusi dari persoalan-persoalan yang dihadapi bangsa,” katanya, Senin (7/1).

Keputusan KPU meniadakan pemaparan visi misi didasari pihak Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf yang menolak bila Paslonnya yang maju. Sebaliknya, BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menghendaki Paslon maupun Timses.

Pemaparan visi dan misi Capres-Cawapres ini sedianya dijadwalkan KPU pada Rabu (9/1) mendatang.

Bin Firman yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Development Monitoring (IDM) mengingatkan, KPU bisa dianggap tidak kredibel.

“Sebagai penyelenggara harusnya ajeg dengan aturan dan kebiasaan yang telah berlangsung sejak Pilpres 2004, bukan mengikuti kehendak peserta,” tegasnya.

Imbasnya, seperti dikutip dari rmol.co, keputusan KPU itu juga bisa mempengaruhi tingkat elektabilitas Jokowi-Ma’ruf.

“Mereka dianggap tidak memiliki konsep dan visi misi untuk membangun negara. Karena memang faktanya apa yang dilakukan pemerintah sekarang hanya melanjutkan program Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono),” pungkasnya.