KPU-Bawaslu Tak Punya Kewajiban Selenggarakan Pilkada di 2024

Nasional

NOTULA – Perdebatan seputar waktu penyelenggaraan Pilkada di dalam revisi Undang-undang (UU) 7/2017 tentang Pemilu terus bergulir di panggung DPR.

Sembilan fraksi di DPR terbelah menyikapi ketentuan baru di dalam draf UU Pemilu. Sebagian fraksi ingin melaksanakan Pilkada sesuai Pasal 201 ayat (8) UU 10/2016, yakni November 2024. Sebagian lagi mengikuti apa yang ada di dalam draf revisi UU Pemilu, Pasal 731 ayat (2) dan (3) menyatakan digelar pada 2022 dan 2023.

Pemerhati hukum tata negara, Said Salahudin, mengingatkan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyebutkan, Pilkada bukan bagian dari rezim Pemilu.

“Pilkada bukan bagian dari rezim Pemilu, disebutkan dalam Putusan MK Nomor 97/PUU-XI/2013,” jelas Said Salahudin, seperti dikutip dari RMOL.id, Kamis (4/2/21).

Menurutnya, meski pada 2019 MK mengeluarkan keputusan No.55/2019 yang membuka peluang Pilkada digelar bersamaan dengan Pemilu, dia tidak melihat urgensivitas penggabungan keduanya.

Dia menilai, penyelenggaraan Pilkada dan Pemilu yang digabungkan akan memberikan beban sangat berat bagi penyelenggara Pemilu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

“Ini berisiko terhadap berkurangnya kualitas penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada. Terus terang ini sangat riskan, dan saya sangat khawatir,” ungkapnya.

Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) ini menilai, sepatutnya waktu penyelenggaraan Pilkada berjalan normal sesuai siklus di daerah pemilihan masing-masing.

Bahkan dia menyebutkan, dari keputusan MK pada 2013, KPU dan Bawaslu tidak memilliki tanggung jawab konstitusional untuk menyelenggarakan Pilkada serentak dengan Pemilu di 2024 nanti.

“KPU dan Bawaslu tidak memiliki tanggung jawab konstitusional untuk menyelenggarakan Pilkada. Kewajiban kedua organ itu (berdasar tafsir MK) adalah menyelenggarakan Pemilu,” tegasnya.

“Menyelenggarakan Pilkada bagi KPU dan Bawaslu adalah tugas tambahan yang diberikan undang-undang,” demikian Said Salahudin.