KPK Tetapkan Mensos Juliari Batubara dan 4 Lainnya sebagai Tersangka

Nasional

NOTULA – Satu per satu jajaran pembantu Presiden Joko Widodo tersandung kasus pidana korupsi. Setelah KPK sukses Operasi Tangkap Tangan (OTT) Menteri KKP, Edhy Prabowo, kini menyusul Menteri Sosial Juliari P Batubara, dalam kasus dugaan korupsi bantuan sosial.

Selain Juliani Peter Batubara, dalam konferensi KPK juga menetapkan 4 orang lainnya sebagai tersangka. “Jadi KPK menetapkan 5 (lima) tersangka, JPB (Juliari P Batubara), MJS (Matheus Joko Santoso) dan AW (Adi Wahyono), AIM (Ardian IM), dan HS (Harry Sidabuke),” tutur Ketua KPK, Firli Bahuri, saat jumpa pers di Gedung Penunjang KPK, Minggu (6/12/20).

Dia juga menuturkan, kasus bermula dengan adanya pengadaan Bansos penanganan Covid-19 berupa paket Sembako di Kemensos tahun 2020, dengan nilai sekitar Rp 5,9 Triliun, dengan total 272 kontrak yang dilaksanakan 2 periode.

Selanjutnya Juliari menunjuk MJS dan AW selaku PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) pada pelaksanaan proyek itu, dan menunjuk langsung para rekanan dan diduga disepakati adanya fee dari tiap-tiap paket pekerjaan yang harus disetorkan para rekanan kepada Kemensos, melalui MJS.

Seperti dikutip dari RMOL.id, fee tiap paket Bansos disepakati MJS dan AW sebesar Rp 10 ribu per paket Sembako dari nilai Rp 300 ribu per paket Bansos.

Lalu MJS dan AW, pada Mei sampai November 2020 membuat kontrak pekerjaan dengan beberapa suplier sebagai rekanan, di antaranya AIM, HS, juga PT RPI (Rajawali Parama Indonesia) yang diduga milik MJS.

Penunjukkan PT RPI sebagai salah satu rekanan diduga diketahui JPB dan disetujui AW. Pada pelaksanaan paket Bansos sembako periode pertama, diduga diterima fee Rp 12 miliar yang pembagiannya diberikan secara tunai oleh MJS kepada JPB melalui AW, dengan nilai sekitar Rp 8,2 miliar.

Uang itu selanjutnya dikelola EK (Eko) dan SN selaku orang kepercayaan JPB untuk digunakan membayar berbagai keperluan pribadi Mensos Juliari Peter Batubara.

Pada periode kedua, terkumpul uang fee dari Oktober 2020 sampai Desember 2020, sekitar Rp 8,8 miliar, yang diduga juga digunakan untuk keperluan JPB.

Juliari Datang di KPK

Tak berselang lama dari penetapan tersangka oleh KPK, Menteri Sosial Juliari P Batubara mendatangi Gedung Merah Putih KPK, Minggu (6/12/20) dini hari tadi.

Menteri asal PDI Perjuangan itu tiba di Gedung KPK sekitar pukul 2.50 WIB. Kedatangannya sempat membuat kaget para wartawan, karena sebelumnya KPK telah meminta Mensos dan satu tersangka lain yang belum tertangkap segera menyerahkan diri.

Menggunakan topi dan jaket, Mensos sama sekali tak memberi pernyataan. Dia langsung naik ke lantai atas Gedung Merah Putih KPK, menggunakan tangga. Dia hanya melambaikan tangan kepada wartawan, meski sudah diminta untuk menyampaikan sesuatu.

Mensos Juliari bersama 4 lainnya telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan Bansos penanganan Covid-19 berupa paket Sembako di Kemensos tahun 2020, dengan nilai sekitar Rp 5,9 triliun.

Kepada Mensos, MJS, dan AW, sebagai penerima suap, disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 huruf (i) UU Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20/2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sementara sebagai pemberi suap, AIM dan HS disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tipikior sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20/2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tipikor.