NOTULA – Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mengeluarkan Surat Edaran (SE) berisi imbauan pencegahan gratifikasi menjelang Hari Raya Keagamaan, dalam hal ini Hari Raya Idul Fitri, kepada seluruh pegawai negeri dan penyelenggara negara.

“Prinsipnya kami mengimbau agar pegawai negeri dan penyelenggara negara tidak menerima gratifikasi terkait Hari Raya Lebaran,” kata Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (10/5).

Surat Edaran (SE) KPK Nomor B/3956/GTF.00.02/01-13/05/2019 tentang imbauan pencegahan gratifikasi terkait Hari Raya Keagamaan itu juga sudah diedarkan KPK sejak 8 Mei 2019 kemaren.

Pada kesempatan itu Febri menambahkan, tradisi saling berbagi di hari raya keagamaan jangan kemudian disalahartikan dengan memberikan atau menerima gratifikasi.

“Nilai-nilai luhur dan tradisi untuk saling berbagi antara sesama pada hari Raya agar tidak dijadikan alasan melakukan pemberian gratifikasi. Karena gratifikasi sangat mungkin menumpangi peristiwa-peristiwa agama, adat istiadat, atau bahkan petistiwa duka,” kata Febri.

Sebab itu KPK mengingatkan seluruh penyelenggara negara agar menolak gratifikasi ada pihak-pihak yang memberi.

“Tindakan yang diharapkan adalah menolak, jika ada pihak-pihak yang dipandang memiliki hubungan jabatan dengan penyelenggara negara. Namun jika dalam kondisi tidak memungkinkan untuk menolak, seperti pemberian dilakukan secara tidak langsung atau ada risiko-resiko lain, maka wajib dilaporkan pada KPK dalam jangka waktu 30 hari sejak tanggal penerimaan gratifikasi,” demikian Febri.