KPK Kembali Periksa Anak Buah Menteri PUPR

Nasional

NOTULA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan pemeriksaan untuk pengembangan kasus suap proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Sejumlah saksi dipanggil komisi antirasuah itu. “Penyidik memanggil dua saksi untuk menggali keterangan terkait tersangka ARE (Anggian Partunggul),” ujar Jurubicara KPK, Febri Diansyah, Jumat (4/1).

Dua saksi yang dipanggil penyidik KPK adalah PNS Kementerian PUPR, Indra Kartasasmita dan unsur swasta, Jemy.

Dalam kasus ini KPK menetapkan delapan tersangka, dimana enam diantaranya disangka menerima suap.

Mereka adalah Kepala Satker SPAM Strategis atau Pejabat Pengambil Komitmen (PPK) Lampung, Anggiat Partunggul Nahot Simaremare; Pejabat Pembuat Komitmen SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin, PPK SPAM Katulampa Meina Woro Kustinah, Kepala Satker SPAM Darurat Teuku Moch Nazar.

Sedang tersangka pemberi suap adalah Dirut PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE) Budi Suharto, Direktur PT WKE Lily Sundarsih, Direktur PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP) Irene Irma, dan Yuliana Enganita Dibyo.