KPK: Juliari Tak Mau Buka Sama Sekali, Baru Sekali Diperiksa

Nasional

NOTULA – Ternyata hingga kini Julari Peter Batubara (mantan Mensos) baru diperiksa sekali dalam perkara dugaan suap Bansos. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun membeberkan alasan.

Seperti diungkapkan Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Karyoto, yang mengatakan, Juliari dianggap tidak mau membuka dan membeberkan perkara yang menjeratnya.

“Ada seorang yang mempunyai informasi, tapi dia tidak mau membuka sama sekali, ya kita cari yang di bawah, biarkan aja dia gak ngaku, tapi kita mencari (keterangan) pendukung yang ke arah sana gitu,” jelas Karyoto kepada wartawan, di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (20/1/21).

Menurut dia, akan sia-sia jika penyidik sering memeriksa Juliari yang tidak mau membuka fakta seterang-terangnya, tanpa ada hasil.

“Kalau kita (KPK), ini ada (barang bukti/pengakuan saksi), bagaimana? Seperti adanya barang-barang bukti atau petunjuk-petunjuk yang bisa mengungkap, tentunya juga kami tanyakan, kalau memang perannya sesuai itu,” jelas dia.

Mesi begitu Karyoto juga mengaku, Juliari kemungkinan tidak mengetahui peran para perusahaan yang mendapatkan proyek Bansos itu.

“Kalau menteri ini kan dari atas sekali, kebijakan, dia mungkin hanya memerintah atau memberi rekomendasi dan lainnya. Tidak mungkin di lapangan dia ikut ini ikut itu. Tergantung saksi-saksi ini bicara apa. Kalau memang perannya aktif, banyak, ya tentu kami panggil,” pungkas Karyoto.

Seperti dikutip dari RMOL.id, penyidik diketahui baru sekali memeriksa Juliari selama proses penyidikan ini, yakni pada Rabu, 23 Desember 2020.

Pemeriksaan perdana itu pun baru dilakukan setelah lebih dari dua minggu lamanya Juliari ditetapkan sebagai tersangka pada Minggu, 6 Desember 2020.