KPK: Hanya Karena Satu Dua Politisi Korupsi, Demokrasi Hancur

Nasional

NOTULA –  Hanya karena satu atau dua orang melakukan perbuatan tindak pidana korupsi, dampaknya dirasakan seluruh warga bangsa dan negara Indonesia.

Demikian disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Wawan Wardiana, pada webinar Antikorupsi Pengelola Pasar se-Jawa dan Bali bertajuk “Jujur Melayani, Wujudkan Pasar Madani”, Senin (8/11/21).

Menurut Wawan, dampak dari perbuatan korupsi yang dilakukan hanya oleh satu atau dua orang saja, bukan hanya pada pelaku korupsinya, keluarganya, pekerjaannya saja, melainkan juga merugikan bangsa dan negara.

“Padahal yang korupsi cuma satu dua orang. Tapi karena satu dua orang itu, bangsa dan negara kita terdampak,” tegas Wawan, seperti dikutip dari rmol.id.

Selanjutnya dia membeberkan akibat korupsi yang terjadi di beberapa sektor. Misalnya korupsi yang berkaitan dengan perdagangan atau jual beli. Harga pasar otomatis rusak dan persaingan usaha menjadi tidak sehat.

“Kalau yang pelaku korupsinya itu para aparat penegak hukum, ya akan runtuh hukum-hukum yang ada di Indonesia ini, dan tidak akan dipercaya oleh masyarakat,” jelas Wawan.

Dia juga mengatakan, Jika pelaku korupsi terkait pembangunan infrastruktur dan lain-lain, maka memungkinkan kualitas hidup akan menurun, bukan meningkat. Kenapa? Karena infrastruktur yang dibangun ternyata dikorupsi.

“Kalau pelaku korupsinya politikus, para kepala daerah dan lain-lain, maka ya demokrasi negeri ini hancur. Tidak didapatkan demokrasi yang betul-betul adil kepada seluruh bangsa Indonesia,” pungkasnya.