KPK Amankan Dokumen Perizinan Tempat Wisata dan Proyek dari Pemkot Batu

Malang Raya

NOTULA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan dan mengamankan sejumlah dokumen penting dari hasil penggeledahan di 3 OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Pemkot Batu.

Jurubicara KPK, Ali Fikri, melalui pesan Whatsapp kepada wartawan di Malang, Kamis (7/1/21), mengatakan, dokumen-dokumen itu terkait kegiatan sejumlah proyek pekerjaan.

“Termasuk dokumen perizinan-perizinan tempat wisata pada Dinas Pariwisata Kota Batu kurun waktu tahun 2011-2017,” jelasnya.

Selanjutnya, sambung Ali Fikri, tim akan menganalisa, dan segera melakukan penyitaan terhadap dokumen-dokumen dimaksud, sebagai barang bukti dalam perkara ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rabu (6/1/21), tim penyidik KPK menggeledah dan meminta keterangan sejumlah ASN (Aparatur Sipil Negara) di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, terutama dari Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan, dan Dinas PUPR.

Belasan petugas KPK itu baru meninggalkan Balai Kota Among Tani setelah 7 jam melakukan penggeledahan. Mereka menginggalkan lokasi dengan membawa 2 koper besar berisi berkas.

Taka da keterangan apapun dari para penyidik KPK yang berada di Batu. Namun, melalui pesan singkat, Jurubicara KPK, Ali Fikri, di Jakarta, membenarkan ada kegiatan penggeledahan di Pemkot Batu.

Penggeledahan dan penghimpunan keterangan itu, menurut Ali Fikri, terkait dugaan gratifikasi di Pemkot Batu, periode 2011-2017.

Ditambahkan, sehari sebelumnya, Selasa (5/1/21), KPK juga memeriksa saksi Mohamad Zaini (pemilik PT Gunadharma Anugerah, dan Kristiawan, mantan pengurus rumah tangga Walikota Batu saat itu, Edy Rumpoko.