Korupsi Makin Marak, Pasti Ada Sistem yang Salah

Nasional

NOTULA – Maraknya praktik korupsi di Tanah Air harus jadi perhatian dan perlu solusi serius. Koruptor memang salah, tapi kenapa yang satu sudah dihukum kok masih banyak koruptor-koruptor lain bermunculan. Apa yang salah?

Keprihatinan dan pertanyaan semacam itu terus menggelayuti politisi Partai Perindo, Christophorus Taufik Siswandi SH. Menurutnya, kalau sudah seperti ini tidak cukup oknum koruptornya yang dipersalahkam, tapi sistem.

“Korupsi, ketika sudah terjadi secara terus menerus, maka saya percaya yang harus dipersalahkan tidak cukup hanya oknum koruptornya saja, tetapi juga sistem,” tegasnya, di Jakarta, Kamis (13/12).

Chris, demikian lulusan SMA St Albertus (Dempo) Kota Malang itu akrab disapa, semakin prihatin lagi, setelah terungkap korupsi yang menyentuh sektor pendidikan.

“Bayangkan, semua kepala sekolah sampai patungan, terus uangnya dipakai kepala daerah, ini benar-benar sangat memprihatinkan dan pasti berperimplikasi pada kehidupan pendidikan,” tambahnya.

Menurutnya, kasus-kasus korupsi terkait dengan alokasi dana yang ada, jangan-jangan cara menghitung anggaran atau parameter penyusunan SNI-nya yang harus di kaji ulang.

Anggaran yang over, kata alumnus FH Trisakti itu, juga membuka peluang korupsi.

“Jangan sampai kita justru menyediakan sistem yang membuat siapa saja yang masuk ke dalamnya akan termakan oleh sistem itu sendiri,” tutup Caleg DPR RI Dapil Malang Raya itu.