Korupsi Bansos Terjahat di Indonesia, KPK Harus Tangkap Aktor Utama

Nasional

NOTULA – Sangat dimungkinkan, korupsi bantuan sosial (Bansos) di saat bencana mendera rakyat, tidak dilakukan oleh hanya seorang menteri, karena paham risiko hukumannya mati.

Menurut analis politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedillah Badrun, tidak mungkin seorang menteri melakukan korupsi Bansos atas inisiatif sendiri.

“Tak mungkin seorang menteri berani korupsi bantuan sosial di saat rakyat tengah menderita, artinya tidak mungkin dilakukan sendiri,” tegas Ubedilah Badrun, seperti dikutip dari RMOL.id, Jumat (19/2/21).

Menurutnya, ketika Juliari Peter Batubara (JPB) berani melakukan korupsi saat menjabat sebagai Menteri Sosial, bisa ditafsirkan ada semacam dukungan politik dari orang kuat yang menjamin keselamatannya.

“Nah, pertanyaannya, siapa orang kuat itu? Itulah tugas KPK, membongkar aktor-aktor dari pelaku korupsi paling jahat sepanjang sejarah republik ini,” tegas Ubedilah lagi.

Akan tetapi, masih kata Ubedilah, dalam perspektif politik, orang kuat di suatu negara biasanya mereka itu para oligarki politik.

“Ada lingkaran kelompok politik paling kuat di sekitar Istana. Biasanya oligarki politik ini bersekongkol dengan oligarki ekonomi untuk mengendalikan negara, termasuk mengendalikan lembaga penegak hukum seperti KPK, Kepolisian, dan Kejaksaan,” jelasnya.

Dia berharap KPK dan kekuatan civil society bersatu membongkar secara tuntas para aktor korupsi paling membuat semua orang marah ini.

“Kalau pun harus menangkap oligarki di lingkaran istana, baik yang berjuluk ‘madam’ maupun ‘anak pak lurah’, itu demi tegaknya rule of law. Hukum harus tegak lurus jika ingin negara ini menjadi negara maju dan beradab,” pungkasnya.