NOTULA – Situasi dinilai sudah kondusif, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) resmi mencabut pembatasan penggunaan beberapa fitur pada media sosial pasca aksi 22 Mei.

“Sabtu hari ini pukul 13.00 WIB, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah melakukan normalisasi pembatasan sebagian fitur platform media sosial dan pesan instan,” kata Menkominfo, Rudiantara, dalam keteranganya, Sabtu (25/5).

Pengembalian fungsi fitur pengiriman gambar, foto dan video (normalisasi) itu diambil, karena situasi dinilai sudah kondusif.

“Situasi pasca kerusuhan sudah kondusif, sehingga pembatasan akses fitur video dan gambar pada media sosial dan instant messaging difungsikan kembali,” ujarnya.

Selanjutnya Rudiantara mengajak semua warganet senantiasa menjaga dunia maya dan dipergunakan untuk kegiatan positif untuk selalu melakukan saring sebelum shering.

“Ayo kita perangi hoax, fitnah, informasi-informasi yang memprovokasi seperti yang banyak beredar saat kerusuhan,” pungkasnya.

Sebelumnya, saat kegiatan ukhuwah Ramadan yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), di Hall Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih Jakarta, Jumat malam (24/5), Ketua Dewan Kehormatan PWI, Ilham Bintang, menyampaikan permintaan agar pembatasan media sosial dicabut.