NOTULA – Aliran dana Pilpres 2019 dari pihak swasta kepada Joko Widodo-Ma’ruf Amin mendapat sorotan public, setelah diungkap Indonesia Corruption Watch (ICW), Kamis (10/1).

Diberitakan sebelumnya, ICW mencatat, total dana kampanye Jokowi-Ma’ruf mencapai Rp 55,98 miliar. Hal ini diketahui dari dokumen Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) dan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPDSK) pasangan Capres-Cawapres.

Dan yang dinilai ganjil, sekitar 86 persen dana kampanye Jokowi-Ma’ruf berasal dari pihak ketiga. Donatur terbesar merupakan dua komunitas pecinta olahraga golf, bernama Golfer TBIG dan Golfer TRG.

Tentu saja isu itu menjadi sasaran tembak barisan lawan Jokowi di arena Pilpres. Ketua DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, mengatakan, aparat penegak hukum wajib memeriksa kejanggalan itu.

“Bila Jokowi-Ma’ruf dapat sumbangan dari komunitas golf, ya diperiksa saja,” jelas Ferdinand, di Jakarta, Kamis (10/1). Dia juga mengingatkan, dana sumbangan swasta kepada pasangan Pilpres 2019 harus sesuai aturan dan ketentuan yang telah ditetapkan KPU.

“Nilainya melanggar aturan atau tidak, memenuhi syarat tidak, NPWP-nya, identitas pribadi atau kelompok, ini semua harus jelas dan wajib memenuhi persyaratan yang diatur,” jelasnya, seperti dikutip dari rmol.co.

Sementara itu, LPSDK Badan Pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ke KPU pada awal bulan ini, menyebutkan, total penerimaan Prabowo-Sandi mencapai sekitar Rp 54 miliar.

Saat diwawancara wartawan pada 3 Januari di Kantor KPU, Jakarta, Bendahara BPN Prabowo-Sandiaga, Thomas Djiwandono, mengklaim, hampir 73 persen sumber dana itu berasal dari penjualan aset dan saham Sandiaga Uno. Sedangkan Prabowo hanya berkontribusi sebesar 24,2 persen.