NOTULA – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memastikan sudah membentuk tim investigasi mengusut kerusuhan 22 Mei.

Bahkan, Tim khusus itu diklaim telah mulai bekerja sejak kerusuhan terjadi pada 21 Mei lalu. Kepastian itu disampaikan Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik, di kantornya, Senin (27/5).

Lebih lanjut Ahmad menjelaskan, pembentukan tim khusus itu didasarkan pada Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

Selain itu, tim bentukan Komnas HAM ini juga bersifat independen, tidak bercampur dengan tim investigasi Polri.

“Kami berada di luar, tim yang berdiri sendiri,” tegasnya, seperti dikutip dari rmol.co.

Dikatakan juga, saat ini tim telah melakukan pengecekan terhadap sejumlah korban tewas yang diduga terkena peluru tajam.

Namun dia menyatakan, sejauh ini tim khusus belum bisa menyimpulkan soal dugaan pelanggaran HAM pada peristiwa 22 Mei.

“Dalam berbagai kesempatan kami mengatakan, untuk sementara kami belum bisa menyimpulkan yang terang,” pungkasnya.