Komitmen Capres pada Empat Pilar Kebangsaan Harus Diuji di Ajang Debat

Nasional

NOTULA – Debat calon presiden dan calon wakil presiden 2019 seharusnya menyertakan materi tentang Empat Pilar. Wawasan dan komitmen para Capres tentang pilar-pilar kebangsaan juga harus diuji.

“Selama ini Empat Pilar hanya disosialisasikan ke bawah. Bagaimana dengan para pejabat, elite dari kalangan pemerintahan, bahkan calon presiden? Wawasan dan komitmen mereka juga harus diuji,” tutur anggota MPR RI, Ahmad Zainuddin, dalan rilis yang diterima redaksi.

Empat Pilar kebangsaan meliputi Pancasila, UUD NRI 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Zainuddin berpendapat, pemahaman dan komitmen kalangan pemerintahan dan elite politik rendah, terutama terhadap pelaksanaan UUD NRI 1945.

Dia mencontohkan kebijakan pemerintah terhadap UU Minerba dalam kasus Freeport. Pada kasus ini terkesan banyak permainan antara pemerintah dengan Freeport, sehingga wajar jika banyak kalangan menilai komitmen pemerintah terhadap NKRI, amanah Pancasila dan UUD NRI dalam masalah Freeport patut dipertanyakan.

“Pengelolaan Minerba kita sangat liberal. Kasus paling nyata Freeport. Padahal UUD jelas mengamanahkan sumber daya alam dikelola negara untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Komitmen ini patut diuji dalam debat,” tegas anggota Komisi IX DPR ini.

Zainuddin juga mengingatkan, penyelenggaraan Pemilu yang terbuka dan langsung setelah reformasi merupakan hasil amandemen terhadap UUD.

“Pilpres yang mulai tahun ini serentak dengan Pileg, merupakan bagian dari demokratisasi melalui amandemen UUD. Ini perkembangan positif untuk bangsa kita,” katanya, seperti dikutip dari rmol.co.

Sebab itu, sambung Zainuddin, Pilpres harus betul-betul dipahami masyarakat untuk memilih pemimpin yang berpihak pada UUD, Pancasila dan NKRI.

“Bukan sebatas ritual politik pergantian presiden. Masyarakat juga harus cerdas dan kritis memilih kandidat yang memiliki kapabilitas dan integritas terhadap Pancasila dan UUD,” pungkasnya.