Kolaborasi MES – DPD RI Dorong Pertumbuhan Pengusaha Baru di Daerah

Nasional

NOTULA — Lembaga Pemantau Kinerja DPD-RI (DPD Watch) menyambut baik tekad Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) membangun ekosistem yang memungkinkan pengusaha di daerah tumbuh dan berkembang, sejalan dengan nafas ekonomi syariah.

Kordinator DPD Watch, Arief Gunawan, mengatakan, upaya lembaga nirlaba yang dipimpin Menteri Negara BUMN, Erick Thohir, itu akan lebih baik bila melibatkan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dalam kepengerusunan MES yang baru dibentuk.

“Apalagi Ketua Umum MES, Erick Thohir, ingin memasyarakatkan ekonomi syariah hingga ke titik nol di pedesaan. Ini ide bagus,” tukas Arief Gunawan, kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (3/2/21).

“Wacana memasyarakatkan ekonomi syariah hingga mengakar di daerah sudah benar. Harus dapat diparalelkan dengan salah satu misi ekonomi DPD RI, selain mendorong UMKM dan menumbuhkan ekonomi kreatif di daerah,” kata Arief Gunawan.

Seperti diketahui, Erick Thohir terpilih sebagai ketua umum periode 2021-2024 dalam Munas V MES yang diselenggarakan pada 23 Januari lalu. Erick menggantikan Wimbo Santoso yang memimpin lembaga itu sejak 2018.

Selain Erick Thohir, tokoh lain yang sempat disebut-sebut berpeluang memimpin organisasi yang berdiri pada tahun 2000 itu adalah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno.

Setelah dipilih oleh Dewan Formatur, Erick Thohir menunjuk praktisi ekonomi syariah yang juga Komisaris Bank Muamalat, Iggi H Achsien, sebagai sekretaris jenderal.

Saat ini MES memiliki cabang di 29 provinsi di Indonesia dan beberapa jaringan di luar negeri.

Kabinet Erick Thohir-Iggi H Achsien diumumkan pada 31 Januari lalu. Sejumlah menteri ikut memperkuat lembaga itu, seperti Menko Polhukam Mahfud MD yang menjadi Ketua Dewan Penggerak.

Di Dewan Penggerak, Mahfud MD didampingi Sofyan Djalil (Menteri Badan Pertanahan Nasional), Retno Marsudi (Menteri Luar Negeri), Agus Gumiwang Kartasasmita (Menteri Perindustrian), Abdul Halim Iskandar (Menteri Pedesaan dan Daerah Tertinggal), Sandiaga Sholahuddin Uno (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), dan Yaqut Cholil Qoumas (Menteri Agama).

Sementara Teten Masduki (Menteri Koperasi dan UMKM), Muhammad Lutfhi (Menteri Perdagangan), dan Bahlil Lahadalia (Kepala BKPM) menjadi wakil ketua umum mendampingi Erick Thohir.

Sementara sebagai Ketua Dewan Pembina adalah Wapres Maruf Amin, yang didampingi antara lain Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dan Ketua DPR RI Puan Maharani Kiemas.

Dalam susunan pengurus MES periode 2021-2024 yang sudah ramai diberitakan itu tidak terlihat baik nama Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti ataupun nama anggota DPD RI lainnya.

Jaringan Luas DPD

Arief Gunawan juga mengatakan, mengingat jaringan keanggotaannya di 34 provinsi, DPD RI sangat strategis untuk dijadikan partner dalam memasyarakatkan ekonomi syariah.

“Setidaknya dapat dikampanyekan oleh Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti yang belakangan ini, di tengah pandemi Covid-19, sangat dinamis terjun ke daerah-daerah,” kata Arief lagi.

Arief Gunawan percaya sosialisasi ekonomi syariah secara massif dan gencar akan menaikkan gairah pelaku usaha lokal yang saat ini sedang berhadapan dengan berbagai persoalan.

“La Nyalla Mattalitti juga memiliki latar belakang sebagai pelaku usaha. Jadi ekonomi syariah akan sangat mudah dijadikan salah satu misi ekonomi DPD RI,” demikian Arief Gunawan.

Ruang Tumbuh

Secara terpisah, Sekjen MES, Iggi Haruman Achsien, menegaskan, di bawah kepemipinan Erick Thohir, MES bertekad kuat mendorong pengembangan ekonomi keumatan, kerakyatan, dan kebangsaan.

“Sejak berdiri tahun 2000, MES didisain sebagai wadah inklusif yang menghimpun seluruh sumber daya serta membangun sinergi kuat dengan semua pemangku kepentingan untuk mengembangkan dan mensosialisasikan sistem ekonomi syariah,” ujar Iggi H Achsien di Jakarta.

“Singkatnya, MES bertujuan memasyarakatkan ekonomi syariah dan mengekonomi-syariahkan masyarakat,” ujar Iggi yang merupakan Komisaris Bank Muamalat dan anggota Tim Ahli Wakil Presiden.

“Kita bertekad menciptakan ruang tumbuh bagi pengusaha-pengusaha baru di daerah,” tambah Iggi.

Sebagai wujud dari inklusifitas itu, kepengurusan MES periode 2021-2024 yang baru terbentuk diisi oleh sejumlah tokoh dengan berbagai latar belakang latar belakang yang menggambarkan keragaman Indonesia.