‘KLB’ Demokrat Sama Saja Membunuh Demokrasi dan Oposisi

Nasional

NOTULA – Percobaan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat merupakan bagian dari cara-cara membunuh demokrasi dan oposisi.

Penegasan itu disampaikan Kepala Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) Partai Demokrat, Herman Khaeron, menanggapi berkumpulnya sekelompok orang di Hotel The Hill Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Sekelompok orang itu mengatasnamakan Partai Demokrat dan diduga berupaya mengambil alih paksa partai dengan mengganti kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Nama Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko diduga kuat ikut hadir pada acara itu bersama mantan kader dan kader Demokrat.

“Upaya penggulingan Ketum AHY oleh GPK PD (Gerakan Pengambilalihan Kekuasaan Partai Demokrat) dan menggantinya dengan Moeldoko jelas upaya membunuh demokrasi dan oposisi,” tutur Herman di akun Twitter pribadi, Jumat (5/3/21).

Jika benar hal itu terjadi, sambung dia, masa depan demokrasi di Indonesia semakin suram. Selain itu, tidak akan ada pihak yang mau mengkritisi pemerintah dan menyuarakan kepentingan rakyat di parlemen.

Kepada Jokowi, Herman Khaeron mengingatkan, jika seseorang berbuat tak pantas dan berkhianat terhadap orang yang pernah membesarkanya karena kekuasaan saat ini, maka kelak pemberi kekuasaan saat ini pun akan dikhianatinya.

“Ambisius kekuasan akan mengalahkan hati dan akal sehat,” pesannya, seperti dikutip dari RMOL.id.

“Moel (Moeldoko) dkk sudah mendarat di Medan, membuka tabir yang selama ini ditutupi, demi memenuhi sahwat kekuasaan, KLB illegal dan inkonstitusional pun ditempuh,” demikian Herman Khaeron.