NOTULA – Akhirnya mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen TNI (Purn), Kivlan Zen, resmi ditahan, terkait kasus kepemilikan senjata.

Kuasa hukum Kivlan Zen, Suta Widhya, membenarkan kliennya ditahan, lantaran polisi mengaku sudah memiliki bukti kuat.

“Diangap sudah mempunyai alat bukti yang cukup dan sebagainya. Buktinya ya yang dikait-kaitkan dengan senjata itu,” kata Suta Widhya, di Jakarta, kamis (30/5).

Selanjutnya Kivlan akan ditahan usai dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh tim medis kepolisian. Ia akan ditahan di Rumah Tahanan Guntur.

“Ditahan di Guntur selama 20 hari ke depan,” ungkapnya, seperti dikutip dari rmol.co.

“Saya kira dia siap, dia seorang patriot yang tak akan mundur, kecuali kami akan melakukan upaya hukum di luar daripada ini,” tandasnya.

-Ryamizard Tak Yakin-

Sementara itu, secara terpisah, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu tidak percaya Kivlan Zen disebut-sebut terlibat dalam rencana pembunuhan empat pejabat publik.

“Membunuh siapa? Kok agak mustahail ya?” Menhan balik bertanya, di Jakarta, Kamis (30/5).

Ryamizard juga meluruskan ihwal pernyataannya yang menyatakan tidak percaya soal dugaan rencana pembunuhan empat tokoh nasional.

Menurutnya, dirinya bukan tidak percaya dengan informasi yang dicetus kepolisian, ia hanya yakin pembunuhan terhadap empat orang itu tak akan terjadi.

“Bukan meragukan, tapi enggak mungkin (terjadi). Mudah-mudahan tidak terjadi,” katanya.

Dia menilai ancaman itu sebatas gertakan. Ryamizard yakin hal itu sebatas gertakan, karena situasi politik yang sedang memanas.