NOTULA – Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kas Kostrad), Mayjen (purn) Kivlan Zen, tetap percaya diri menghadapi tudingan makar yang dialamatkan kepadanya.

Saat memenuhi panggilan penyidik Direktorat Tindak Pindana Umum Bareskrim untuk diperiksa, dia sudah membuktikan hal itu.

“Tidak ada persiapan apa-apa, karena saya sudah siap menghadapi tuduhan makar, saya siap menghadapinya,” tegas Kivlan, di Bareskrim, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Senin (13/5).

Kivlan juga menegaskan, dia tidak pernah memiliki niat sedikitpun untuk melakukan perbuatan makar. Apalagi dirinya mantan prajurit TNI yang sudah banyak berbuat untuk bangsa ini.

Lebih lanjut dia mengatakan, tuduhan makar kepadanya juga tidak beralasan. Sebab dia kini tidak lagi memiliki pasukan tempur seperti saat masih di TNI dulu.

“Saya tidak punya senjata, saya tidak punya pengikut, pasukan. Saya tidak punya niat untuk mendirikan negara sendiri, pemerintahan sendiri, nasional yang baru pengganti Jokowi, tidak ada,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, seperti dikutip dari rmol.co, dia meluruskan seruan aksinya saat unjuk rasa di depan Gedung KPU dan Bawaslu pada pada 9 Mei lalu.

“Saya hanya berbicara saja, bukan inisiator unjuk rasa itu. Tapi sudah ada pemberitahuan ke polisi soal unjuk rasa itu kok. Bukti-buktinya sudah diberitahukan ke Polda dan Polres, ya saya bicara. Mana buktinya makar?” pungkasnya.