NOTULA – Mayjen Purn Kivlan Zen yang Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kas Kostrad), mengaku masih bingung dengan tudingan makar yang dialamatkan kepadanya.

Ketika memenuhi panggilan penyidik Direktorat Tindak Pindana Umum Bareskrim atas tuduhan makar, dia menegaskan, dirinya seorang pensiunan jenderal TNI. Sementara saat menjadi prajurit TNI, dia mengaku telah berkontribusi banyak bagi bangsa dan negara.

“Saya ini Mayjen TNI yang sudah punya kerja nyata untuk bangsa Indonesia ini, saya pernah membebaskan sandera, pernah mendamaikan pemberontak Filipina, pernah membebaskan sandera 2016, saya membebaskan sandera tahun 73, jadi saya sudah berbuat untuk bangsa Indonesia,” kata Kivlan, di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (13/5).

Tidak hanya sampai di situ, Kivlan juga mengaku dirinya merupakan orang yang turut memperjuangkan kebebasan berpendapat.

Dalam hal ini, seperti dikutip dari rmol.co, dia ikut mendorong lahirnya UU 9/1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

Karena alasan itu, dia merasa sedih ketika kini kebebasan untuk berpendapat yang diperjuangkan itu justru berkurang.

“Perlu saya menyampaikan, supaya adil, dan saya sampaikan, dulu kita perjuangkan ’98, Pak Habibie membuat UU 9/1998 kita bebas berpendapat dan merdeka berpendapat,” pungkasnya.