Kiai Sepuh Ingin Kejayaan PPP Dikembalikan

Nasional

NOTULA – Langkah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muktamar Jakarta mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno diapresiasi para kiai sepuh di Sampang dan Sumenep, Madura.

Ketua Umum PPP versi Muktamar Jakarta, Humphrey Djemat, kemarin, berkeliling wilayah Sampang dan Sumenep. Kedatangannya bersama jajaran pengurus DWP PPP Jawa Timur atas undangan para kiai.

Kehadiran Humphrey pun disambut langsung oleh KH Imron Syahruddin, pengasuh Ponpes Nurul Huda. Puluhan kiai dari Ponpes Nurul Huda juga ikut mendampingi. Pada pertemuan itu Abah Kiai (Imron Syahrudin) memberi pesan khusus pada Humphrey.

“Islam harus bersatu biar kuat, agar tidak diperlakukan semena mena oleh penguasa atau orang yang mau menghancurkan Islam,” pesan Abah.

Mendapat nasihat itu, Humphrey mengaku makin semangat untuk membesarkan PPP. Mengingat PPP merupakan rumah besar umat islam dalam menyalurkan aspirasi keumatannya.

Dia pun menceritakan kondisi terkini yang dialami PPP. Selain terjadi dualisme kepemimpinan. Perpecahan itu, kata Humphrey, terjadi karena pemerintah tidak mengindahkan putusan pengadilan.

“Sudah empat tahun ini kami berjuang untuk mendapatkan keadilan. Demi Islam saya akan terus bergerak memperjuangkan islam,” tegasnya.

Humphrey yang juga dikenal sebagai pengacara dan dosen ini juga menyinggung soal Pilpres 2019. Berbeda dengan PPP Romahurmuziy, PPP Humphrey memilih mendukung pasangan Prabowo-Subianto. “Karena kami mengikuti hasil itjima ulama,” katanya.

Untuk itu, ia meminta dukungan pada para kiai sepuh terkait perjuangan partai. Baik untuk memenangkan Prabowo-Sandi. Juga menyelematkan PPP dari ancaman tidak lolos parlementary threshold.

“Kami berharap masyarakat memilih wakil-wakil legislatif dari PPP, agar bisa duduk di DPR, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota,” jelasnya.

Humphrey dan rombongan mengakhiri perjalanannya di Ponpes At Taroqqi, Sampang. Pesantren itu didirikan almarhum KH Alawy Muhammad, ulama kharismatik asal Madura yang terkenal gigih memperjuangkan umat Islam. Semasa hidupnya, KH Alawy merupakan sesepuh PPP.

Romobongan ditemui langsung oleh Kiai Fauroq, anak dari KH Alawy sekaligus pengasuh Ponpes At Taroqqi. Humprey dan rombongan juga sempat berziarah dan melanjutkan pertemuan dengan berdiskusi. “Para ulama rindu pemimpin yang mencintai umat dan menghormati ulama,” kata Kiai Farouq.

Pada kesempatan itu, seperti dikutip dari rmol.co, Kiai Farouq juga berharap Humphrey bisa menjaga kejayaan PPP. Menurutnya, Humphrey harus bisa membawa PPP kembali kepada arah perjuangan yakni rumah besar umat Islam.