Ki Iswandi, Membangun Kerajaan Seni dari Lereng Gunung Wukir

Malang Raya, NOT-TV

NOTULA – Ada yang unik dari Desa Torongrejo, Dusun Krajan, Kota Batu, tepatnya di lereng Gunung Wukir. Di Kawasan itu hidup satu keluarga seniman, yang tetap menggeliat, meski pandemi tak kunjung usai.

Tersebutlah Ki Iswandi (akrab disapa Ki Wandi) dan istrinya, Sumarni, yang dikaruniai lima anak, dan kini sudah memiliki 10 cucu. Di sinilah letak uniknya. Mereka semua terjun sebagai seniman, bahkan masing-masing anak memiliki sanggar seni sendiri-sendiri.

Awalnya Ki Wandi mendirikan Padepokan Gunung Wukir, sangat eksis dan kini memiliki lebih dari seribu murid.

Ternyata darah seninya mengalir ke anak dan cucu-cucunya, dan mereka semua aktif di dalam dunia kesenian.

Anak pertama, Agus Mardianto, membuka sanggar seni bernama Kelas Sinau Seni Karsa Budaya, berdiri sudah 12 tahun, kini memiliki 203 murid. Bahkan, bersama istri, Agus mencetak seniman baru yang sudah go internasional.

Anak kedua, Sri Dewi Mulyawati dikenal sebagai sinden, penyanyi dan pelukis.

Anak ketiga, Aris Islaksana, membuka sanggar seni bernama Seloaji, di Bumiaji, Kota Batu Batu.

Anak keempat, Dimas Yogi Pranata, mendirikan sanggar seni Angkara Sejati.

Dan anak kelima Ki Wandi adalah Bima Ragil Permana, masih duduk di bangku SD kelas lima, tapi sudah merintis sanggar bernama Bleduk Ganesha.

Cita-cita Ki Wandi memang ingin membangun dinasti kesenian, fokus melestarikan, memajukan dan mengembangkan kesenian.

Motto keluarga seniman ini adalah “Ojo Dumeh, Sopo Ngiro”, menggapai mimpi meraih prestasi.