Khofifah Tak Ingin Pilkada Serentak Jadi Kluster Baru Covid-19

Malang Raya

NOTULA – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, Rabu, 9 Desember mendatang, harus diantisipasi agar tidak terjadi penambahan klaster baru Covid-19.

Untuk itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Bersama jajaran Forkopimda memonitor ketat proses Pilkada. Pernyataan itu disampaikan pada konferensi pers usai sosialisasi penanganan Covid-19 bersama Forkopimda Malang Raya, di Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jatim, Jalan Kawi, Kota Malang, Sabtu (5/12/20).

“Ini hari terakhir kampanye, besok hari tenang. Ada 12 item protokol kesehatan di TPS yang memang harus diidentifikasi satu per satu. Ini PR kami. Kami sudah apel siaga, pada 23 dan 30 November juga Rakor bersama Forkopimda, KPU, Bawaslu, Kajari, Kapolres, dan lainnya,” rincinya.

Rakor kesiapsiagaan menghadapi Pilkada kali ini dimaksudkan agar Pilkada tetap aman, damai, kondusif, dan bebas dari klaster Covid-19.

“Ada 12 item penting untuk saling identifikasi, cek lapangan, monitoring, dan support dari kabupaten, kota terdekat. Bila ada daerah yang tengah menggelar Pilkada, maka support dari kabupaten, kota terdekat sangat penting. Katakanlah untuk Rapid, kalau itu reaktif, perlu didukung tes lab PCR dan seterusnya,” jelasnya.

Ke 12 item itu antara lain maksimal jumlah pemilih 500 orang di tiap TPS, desinfeksi TPS, pengaturan kedatangan pemilih, sarung tangan, cek suhu (thermo gun), masker, pelindung wajah (face shield), mencuci tangan, dilarang berdekatan, KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) sehat, tidak bersalaman, dan tinta tetes.