Ketua KPU Arief Budiman Dipecat!

Nasional

NOTULA – Karena dinilai melanggar kode etik penyelenggara Pemilu, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) akhirnya memecat Ketua Komisi pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman.

Kepastian itu disampaikan DKPP dalam sidang pembacaan putusan perkara pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu yang digelar di Kantor DKPP, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (13/1/21).

“Memutuskan, satu, mengabulkan pengaduan pengadu untuk sebagian. Dua, menjatuhkan sanksi peringatan keras terakhir dan pemberhentian dari jabatan Ketua KPU kepada teradu, Arief Budiman, selaku Ketua KPU RI,” tegas Ketua DKPP, Muhammad, saat membacakan putusannya.

Putusan DKPP itu didasarkan pada perkara nomor 123-PKE-DKPP/X/2020 tentang proses hukum yang ditempuh Komisioner KPU, Evi Novida Ginting, yang dipecat Bawaslu pada 18 Maret 2020.

Namun dalam prosesnya, putusan Bawaslu yang memecat Evi itu dimentahkan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Dalam perkara ini, seperti dikutip dari RMOL.id, Arief Budiman dianggap melanggar kode etik karena mendampingi Evi mendaftarkan gugatan ke PTUN, Jakarta.

Dalam dokumen putusan yang dibagikan kepada wartawan, DKPP menyebutkan, pendampingan itu dilakukan pada 17 April 2020. Tepatnya sebulan setelah DKPP menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada Evi.

DKPP menerangkan, pihak pengadu dalam perkara ini, Jupri, menggunakan dalil penerbitan surat KPU Nomor 665/SDM.13.SD/05/KPU/VIII/2020 tanggal 18 Agustus 2020, yang ditandatangani Arief Budiman, tentang pengaktifan kembali Evi Novida Ginting Manik sebagai Komisioner KPU.

Namun, berdasarkan Peraturan DKPP 2/2017 tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilu, sebagaimana diatur dalam Pasal 11, Pasal 14, Pasal 15, Pasal 16 dan Pasal 19, Surat KPU yang melegalkan pengaktifan kembali Evi sebagai Komisioner adalah melanggar aturan.